Kamis, 19 Januari 2012 — 14:00 WIB

Tuntaskan Agenda Pembangunan

 SEBANYAK 16 pejabat senior di lingkungan Pemprov DKI Jakarta diganti dengan yang usianya lebih muda. Langkah ini dimaksudkan Gubernur Fauzi Bowo sebagai upaya menggairahkan satuan kerja perangkat daerah bersangkutan untuk dapat menuntaskan agenda pembangunan jangka menengah.

Target tahapan pembangunannya tuntas pada tahun  ini pada proyek infrastruktur jaringan kereta bawah tanah lintasan Lebak Bulus – Hotel Indonesia, busway, stadion pengganti Lebak Bulus, enam ruas tol dalam kota, penyelesaian monorel, jalan layang non tol dan lainnya.

Belakangan ini, sehari-hari kita saksikan kesibukan pekerjaan menata kota. Karya yang patut mendapat apresiasi antara lain mampu mengurangi banjir pada musim penghujan. Padahal sejak masa penjajahan Belanda, banjir terjadi berlarut-larut, antara lain di sekitar Jl. Sabang – MH Thamrin.

Kondisi tersebut berkat kerja keras didukung kepedulian warga yang tidak lagi membuang sampah sembarangan ke saluran air. Walau demikian bukan berarti kerja pemprov sudah 100 persen memuaskan. Di sana-sini masih butuh ekstra perhatian terutama dalam penanggulangan kemacetan lalulintas.

Akibat kemacetan,  perjalanan untuk jarak tempuh 30 Km saja butuh waktu lebih dari 1 jam. Selain kurang infrastruktur, menurut hemat kita, juga akibat lemahnya kekompakan antara pemangku kebijakan. Pro-kontra menata agar truk tidak masuk tol dalam kota, menjadi bukti nyata.

Selain menuntaskan pembangunan jangka menengah, ke depan kita terus mendesak pemprov bersama Kementerian  Perhubungan agar segera menggulirkan kebijakan pembatasan penggunaan mobil pribadi diikuti penambahan armada busway serta peningkatan layanan kereta api dalam kota.

Substansi pelantikan pejabat baru menggantikan pendahulunya tidak lepas dari tuntutan menjadikan Jakarta agar lebih tertata. Adanya agenda yang belum tuntas merupakan tantangan bagi pejabat yang bersangkutan untuk menyelesaikan. Dapat pula diartikan sebagai bentuk dukungan nyataNYA terhadap  kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo periode 2007 -2012. ***


Induk

Senin, 24 November 2014 — 6:36 WIB
Keadilan Buat Wong Cilik
Sabtu, 22 November 2014 — 6:00 WIB
Bukan Mempolitisir Banjir
Jumat, 21 November 2014 — 0:48 WIB
Turunkan Harga Pangan
Kamis, 20 November 2014 — 2:51 WIB
Tantangan Tugas Ahok
Rabu, 19 November 2014 — 6:14 WIB
Tak Cukup Hanya Menaikkan Harga BBM

Kopi Pagi

Senin, 24 November 2014 — 6:44 WIB
Menikmati Pecel
Kamis, 20 November 2014 — 2:39 WIB
Kedaulatan Negara
Senin, 10 November 2014 — 3:19 WIB
Trias Politika Indonesia
Kamis, 6 November 2014 — 1:45 WIB
Budaya Tandingan
Senin, 3 November 2014 — 2:37 WIB
DPR Tandingan

Bang Oji

Rabu, 15 Oktober 2014 — 3:40 WIB
Indah Sekali
Selasa, 9 September 2014 — 0:47 WIB
Kenapa Baru Sekarang?
Selasa, 2 September 2014 — 6:16 WIB
Salahnya Kenapa Mau ?
Selasa, 26 Agustus 2014 — 6:11 WIB
Nggak Putus Bicara
Selasa, 12 Agustus 2014 — 6:21 WIB
Tak Usah Berandai-Andai

Ekonomi Rakyat

Selasa, 8 April 2014 — 2:18 WIB
Menghitung
Selasa, 18 Februari 2014 — 13:35 WIB
Irit Listrik
Rabu, 15 Januari 2014 — 9:33 WIB
Maju Dengan Tempe
Selasa, 31 Desember 2013 — 9:50 WIB
Carmat Namanya…
Jumat, 4 Oktober 2013 — 9:53 WIB
Mudik dan PKL

Dul Karung

Sabtu, 15 November 2014 — 3:11 WIB
Urusan Utang Piutang
Sabtu, 8 November 2014 — 3:25 WIB
Janji dan Blusukan
Sabtu, 1 November 2014 — 5:32 WIB
Revolusi atau Reformasi Mental
Sabtu, 18 Oktober 2014 — 8:48 WIB
Susahnya Berhenti Jadi Rakyat
Sabtu, 27 September 2014 — 6:14 WIB
Terhina Karena Punya HP