Korban-Korban Narkoba

Kamis, 2 Februari 2012
Korban-Korban Narkoba

Oleh Harmoko

SEJAK kalangan pemerintah dan swasta menggalakkan upaya guna memberantas Narkoba, begitu korban-korban Narkoba semakin melonjak.

Demikian juga Indonesia yang selalu menjadi tempat ”transit” Narkoba, dewasa ini tanpa kita sadari telah menjadi ”Pusat Pengedar” dan Pusat untuk memproduksi Narkoba termasuk bahan-bahan obat terlarang lainnya.

Nah, hal itu menujukkan betapa gencarnya upaya ”pihak ketiga” yang ingin menghancurkan masyarakat Indonesia melalui Narkoba khusus utamanya adalah para generasi muda produktif. Hal tersebut didukung data dari sumber-sumber dalam maupun luar negeri.

Mengapa hal itu terjadi? Khususnya bagi pengedar narkoba asal luar negeri, khususnya dari Nigeria, Iran, Malaysia , China, Hongkong dan lain-lainnya, karena memang negara Indonesia menjadi negara ”empuk” bagi pengedaran Narkoba antara lain:

1. Luasnya wilayah, hingga memerlukan kontrol yang cepat dan tangguh. 2. Banyaknya penduduk di mana Indonesia merupakan negara ke empat terbesar penduduk dunia. 3. Hukum bagi pengedar Narkoba, terlalu ”ringan”. 4. Banyak oknum keamanan dan pejabat pemerintah yang gampang ”diiming-iming” atau ”disuap” dengan materi, dan ke 5. Karena masalah ekonomi, pembinaan terhadap generasi muda baik di sekolah, di rumah oleh orang tua maupun di sosial masyarakat masih kurang.

Tidak mengherankan jika korban-korban Narkoba semakin berjatuhan. Dan jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Demikian juga masalah yang menyangkut publikasi dan sosialisasi serta penjelasan kepada masyarakat belum tepat sasaran.
Banyak papan-papan anjuran dan peringatan serta iklan-iklan baliho besar terpampang di pinggir jalan, kebanyakan isi atau ”content-nya  tidak menyambung”. Termasuk memilih kata-kata yang ”ces-pleng”, belum dirancang secara tepat. Gambar-gambar yang dipilih juga belum mencapai sasaran, bahkan papan ”Anti Narkoba” gambarnya malah foto pejabat setempat, seperti cenderung ”kampanye Pilkada”. Padahal dana untuk hal tersebut sudah banyak dikeluarkan.

Oleh karena itu tepatlah jika pemerintah mengadakan kaji-ulang terhadap upaya penanggulangan dan pemberantasan Narkoba. Termasuk pula dari penegakan hukum, oleh aparat keamanan. Anak-anak generasi muda kita bahkan masih banyak tergiur oleh ”umpan” yang ada di tempat-tempat keramaian.

Peristiwa ”maut” yang terjadi di Tugu Tani maupun di daerah-daerah lain, termasuk kerusuhan dan keributan di tempat-tempat hiburan, perlu pengawasan dan ”sweeping” yang terus-menerus. Jika tidak, maka mereka generasi muda yang merupakan generasi produksi akan ”digilas” dan dilumpuhkan Narkoba.

Peranan mass-media termasuk televisi, media cetak, radio, internet, SMS, Facebook dan lain-lain alat komunikasi termodern, harus segera melakukan kerjasama menyusun strategi untuk menumpas Narkoba .

Tidak ada jalan lain, jika kita ingin menyelamatkan generasi muda kita, maka perlu ada ”tindakan bersama” untuk menumpas Narkoba. Memang masalahnya diperlukan dana yang tidak sedikit, namun hal tersebut dari kalangan DPR maupun LSM yang sadar akan tugasnya harus mampu mewujudkannya. Silahkan Bung!!!

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.