Kamis, 2 Februari 2012 — 12:55 WIB

Korban-Korban Narkoba

Oleh Harmoko

SEJAK kalangan pemerintah dan swasta menggalakkan upaya guna memberantas Narkoba, begitu korban-korban Narkoba semakin melonjak.

Demikian juga Indonesia yang selalu menjadi tempat ”transit” Narkoba, dewasa ini tanpa kita sadari telah menjadi ”Pusat Pengedar” dan Pusat untuk memproduksi Narkoba termasuk bahan-bahan obat terlarang lainnya.

Nah, hal itu menujukkan betapa gencarnya upaya ”pihak ketiga” yang ingin menghancurkan masyarakat Indonesia melalui Narkoba khusus utamanya adalah para generasi muda produktif. Hal tersebut didukung data dari sumber-sumber dalam maupun luar negeri.

Mengapa hal itu terjadi? Khususnya bagi pengedar narkoba asal luar negeri, khususnya dari Nigeria, Iran, Malaysia , China, Hongkong dan lain-lainnya, karena memang negara Indonesia menjadi negara ”empuk” bagi pengedaran Narkoba antara lain:

1. Luasnya wilayah, hingga memerlukan kontrol yang cepat dan tangguh. 2. Banyaknya penduduk di mana Indonesia merupakan negara ke empat terbesar penduduk dunia. 3. Hukum bagi pengedar Narkoba, terlalu ”ringan”. 4. Banyak oknum keamanan dan pejabat pemerintah yang gampang ”diiming-iming” atau ”disuap” dengan materi, dan ke 5. Karena masalah ekonomi, pembinaan terhadap generasi muda baik di sekolah, di rumah oleh orang tua maupun di sosial masyarakat masih kurang.

Tidak mengherankan jika korban-korban Narkoba semakin berjatuhan. Dan jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Demikian juga masalah yang menyangkut publikasi dan sosialisasi serta penjelasan kepada masyarakat belum tepat sasaran.
Banyak papan-papan anjuran dan peringatan serta iklan-iklan baliho besar terpampang di pinggir jalan, kebanyakan isi atau ”content-nya  tidak menyambung”. Termasuk memilih kata-kata yang ”ces-pleng”, belum dirancang secara tepat. Gambar-gambar yang dipilih juga belum mencapai sasaran, bahkan papan ”Anti Narkoba” gambarnya malah foto pejabat setempat, seperti cenderung ”kampanye Pilkada”. Padahal dana untuk hal tersebut sudah banyak dikeluarkan.

Oleh karena itu tepatlah jika pemerintah mengadakan kaji-ulang terhadap upaya penanggulangan dan pemberantasan Narkoba. Termasuk pula dari penegakan hukum, oleh aparat keamanan. Anak-anak generasi muda kita bahkan masih banyak tergiur oleh ”umpan” yang ada di tempat-tempat keramaian.

Peristiwa ”maut” yang terjadi di Tugu Tani maupun di daerah-daerah lain, termasuk kerusuhan dan keributan di tempat-tempat hiburan, perlu pengawasan dan ”sweeping” yang terus-menerus. Jika tidak, maka mereka generasi muda yang merupakan generasi produksi akan ”digilas” dan dilumpuhkan Narkoba.

Peranan mass-media termasuk televisi, media cetak, radio, internet, SMS, Facebook dan lain-lain alat komunikasi termodern, harus segera melakukan kerjasama menyusun strategi untuk menumpas Narkoba .

Tidak ada jalan lain, jika kita ingin menyelamatkan generasi muda kita, maka perlu ada ”tindakan bersama” untuk menumpas Narkoba. Memang masalahnya diperlukan dana yang tidak sedikit, namun hal tersebut dari kalangan DPR maupun LSM yang sadar akan tugasnya harus mampu mewujudkannya. Silahkan Bung!!!

  • Crosstalk655

    Kakak sy korban narkoba, korban atas upaya mempertahankan pendirian tdk berhubungan dengan narkoba, bukti pun tdk ada. Disiksa, untuk mengakui sampai akhirnya di vonis 10 tahun atas rekayasa. Sy kecewa dgn hukum yg tidak adil d negri ini.


Induk

Selasa, 25 November 2014 — 1:11 WIB
Persoalan Perut Prajurit
Senin, 24 November 2014 — 6:36 WIB
Keadilan Buat Wong Cilik
Sabtu, 22 November 2014 — 6:00 WIB
Bukan Mempolitisir Banjir
Jumat, 21 November 2014 — 0:48 WIB
Turunkan Harga Pangan
Kamis, 20 November 2014 — 2:51 WIB
Tantangan Tugas Ahok

Kopi Pagi

Senin, 24 November 2014 — 6:44 WIB
Menikmati Pecel
Kamis, 20 November 2014 — 2:39 WIB
Kedaulatan Negara
Senin, 10 November 2014 — 3:19 WIB
Trias Politika Indonesia
Kamis, 6 November 2014 — 1:45 WIB
Budaya Tandingan
Senin, 3 November 2014 — 2:37 WIB
DPR Tandingan

Bang Oji

Selasa, 25 November 2014 — 1:09 WIB
Operasi Zebra
Rabu, 15 Oktober 2014 — 3:40 WIB
Indah Sekali
Selasa, 9 September 2014 — 0:47 WIB
Kenapa Baru Sekarang?
Selasa, 2 September 2014 — 6:16 WIB
Salahnya Kenapa Mau ?
Selasa, 26 Agustus 2014 — 6:11 WIB
Nggak Putus Bicara

Ekonomi Rakyat

Selasa, 8 April 2014 — 2:18 WIB
Menghitung
Selasa, 18 Februari 2014 — 13:35 WIB
Irit Listrik
Rabu, 15 Januari 2014 — 9:33 WIB
Maju Dengan Tempe
Selasa, 31 Desember 2013 — 9:50 WIB
Carmat Namanya…
Jumat, 4 Oktober 2013 — 9:53 WIB
Mudik dan PKL

Dul Karung

Sabtu, 15 November 2014 — 3:11 WIB
Urusan Utang Piutang
Sabtu, 8 November 2014 — 3:25 WIB
Janji dan Blusukan
Sabtu, 1 November 2014 — 5:32 WIB
Revolusi atau Reformasi Mental
Sabtu, 18 Oktober 2014 — 8:48 WIB
Susahnya Berhenti Jadi Rakyat
Sabtu, 27 September 2014 — 6:14 WIB
Terhina Karena Punya HP