33 Kapal Penumpang Antar Pulau Minta Bebas PPN dan PPH

Minggu, 4 Maret 2012
Kapal Pelni-n

JAKARTA (Pos Kota) -  PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) minta pemerintah menghapus PPN (pajak pertambahan nilai)  dan PPH untuk  pembelian bahan bakar minyak  (BBM)  terhadap  33  kapal yang dioperasionalkan untuk mengangkut penumpang antara pulau di seluruh Indonesia.

Akibat terkena PPN teesebur, BUMN di sektor angkutan laut itu, setiap tahunnya harus mengeluarkan  Rp.1,6 triliun. Khusus membayar PPN.Biaya itu belum termasuk anggaran pembelian pelumas (oil) dan suku cadang yang sebagian besar di datangkan dari luar (impor).

Direktur Utama PT Pelni. Jusabela Sahea mengatakan, ada tiga komponen pajak pembelian BBM yang harus dibayar perseroan, diantaranya  PPN 10 persen, PPh 0,3 persen. “Biaya itu sanggat mmembebani perusahaan karena 23 kapal dari 33 unit yang dioperasikan melayani rute-rute pelayaran perintis melayani masyarakat antara pulau.

Biaya pembelian BBMnya saja, kata Jusabela sudah sangat memberatkan, karena dalam lima tahun terakhir  ini jumlah isian penumpang kapal terus merosot atau kurang dari 40  persen dari total kapasitas kapal yang rata-rata 2000 penumpang.

“Memang pada musim liburan seperti hari raya lebaran, natal dan tahun baru serta liburan sekolah, jumlahnya melonjak. Namun lonjakan itu hanya terjadi pada rute-rute tertentu,”kata Jusabela.

Jika  pajak PPN dan PPH pembelian BBM itu dihapus,  ungkapnya, sangat membantu meringankan beban perseroan dan memacu peningkatan kinerja keuangan perusahaan. “Kalau pajaknya itu dihilangkan, sudah sangat membantu, karena biaya BBM pada operasional kapal sangat dominan,” jelasnya.

Sebagai perusahaan negara, Pelni menjalankan misi pemerintah, yaitu melayani pelayaran di pulau-pulau terpencil yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Seperti Kepulauan Miangas, yang tidak mungkin  dilayani kapal-kapal milik swasta.

“Pelni kan membawa misi untuk menyatulan nusantara. Cuma kapal-kapal Pelni saja yang mau masuk ke pulau-pulau terpencil,”jelasnya. “Kapal Pelni harus berlayar sesuai jadwa. Artinya, ada atau tidaknya penumpang pelayaran terus dilakukan. Bahkan pada kepulauan terpencikapal Pelni tetap beroperasi meskipun penumpang yang di bawa tidak sampai 100 orang.”

Pelayanan pelayaran ke pelosok -pelosok nusantara itu, ungkapnya bukan hanya tingginya biaya BBM yang harus dihabiskan kapal tapi juga lamanya waktu pelayaran, yaitu antara 20 hingga 30 hari. Bahkan untuk sampai ke pelabuhan asal, kapal baru bisa sandar selama dua bulan. (dwi/dms)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.