ATM Hilang, Saldo Berkurang Rp 2 Juta

Senin, 5 Maret 2012
mesin-edc

SAYA salah satu nasabah Bank Mandiri. Jumat 2 Maret 2012, dompet saya dicopet sekitar pukul 09.30 pagi dan saya baru sadar pukul 12.30 siang. Di dalam dompet terdapat kartu ATM Bank Mandiri. Setelah sadar saya langsung menghubungi call center Bank Mandiri melalui layanan Call Mandiri 14000. Saya menjelaskan duduk permasalahan yang saya alami. Saya kemudian disarankan k memblokir kartu ATM saya. Saya pun menerima saran itu. Setelah melalui serangkaian prosedur verifikasi data, kartu ATM saya diblokir pukul 12.30

Namun ada yang membuat saya kaget ketika operator memberitahukan posisi terakhir saldo rekening tabungan saya sudah berkurang hampir Rp 2 juta dalam tempo waktu yg singkat, katanya ada 5 transaksi pembelanjaan menggunakan kartu debit di beberapa tempat seperti Seven Eleven, Alfa Midi dan Circle K.

Saya pun bertanya KOK Bisa? Bukannya harus menggunakan PIN terlebih dahulu sebelum transaksi?

Si Operator mengatakan transaksinya menggunakan mesin EDC Bank lain jadi tidak perlu autorisasi PIN, dan ini berlaku di semua bank kecuali transaksinya menggunakan mesin EDC bank Mandiri baru menggunakan PIN. Dan transaksi yang sudah berjalan tidak bisa dibatalkan kata si operator. Lalu saya coba menanyakan lokasi merchantnya di mana saja? Si operator tidak dapat memberikan jawaban karena tidak bisa dideteksi.

Sebenernya dulu waktu disuruh membuat kartu ATM saya sudah tidak mau tapi dipaksa wajib membuat karena untuk transaksi pengambilan uang harus menggunakan ATM. Namun sangat disayangkan bank sebesar Bank Mandiri hanya bisa memaksakan nasabahnya namun tidak dapat melindungi nasabahnya, padahal tiap bulan nasabah selalu dipungut biaya administrasi.

Saya coba browsing lewat interner, melihat apakah kasus seperti ini hanya terjadi pada saya atau terjadi juga pada orang lain? Ternyata kasus seperti saya sudah sering terjadi pada nasabah Bank Mandiri yang lain. Karena sudah sering terjadi sebaiknya Bank Mandiri mengambil tindakan misalnya melarang semua merchant melakukan transaksi debit Bank Mandiri menggunakan mesin EDC bank lain sambil Bank Mandiri menambah jumlah EDC ke semua merchant demi keamanan dana nasabahnya.

Saya juga coba melihat Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/22/DASP tentang Implementasi Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number pada Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang diterbitkan di Indonesia. Batas waktu implementasi standar teknologi chip dan PIN paling kurang 6 (enam) digit pada Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang diterbitkan di Indonesia paling lama tanggal 31 Desember 2015, sehingga terhitung sejak tanggal 1 Januari 2016 setiap Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang diterbitkan oleh Penerbit di Indonesia dan digunakan untuk transaksi di Indonesia harus diproses dengan menggunakan standar teknologi chip dan PIN. Dalam hal Kartu ATM dan/atau Kartu Debet tidak dapat diproses untuk kepentingan transaksi, maka proses transaksi tidak dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi selain chip dan PIN.

Kalau melihat edaran dari BI tersebut apakah nasabah harus menunggu sampai dengan tahun 2016? Dan sampai tahun 2016 nasabah dibayangi dengan ancaman dananya hilang? Perlu berapa banyak lagi korban agar Bank Mandiri dapat memperbaiki kelemahanya?

A. Rusdi

Duren Sawit, Jakarta Timur

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.