Senin, 19 Maret 2012 16:21:24 WIB

Demo Tolak Kenaikan BBM Marak di Jateng

dem

SEMARANG (Pos Kota) – Aksi unjukrasa menentang rencana kenaikan harga BBM yang dilakukan para mahasiswa di berbagai wilayah di Jateng masih terus berlangsung, Senin (19/3). Dari pantauan Pos Kota, aksi mahasiswa hari Senin (19/3), dilakukan mahasiswa di Semarang, Wonosobo dan Kudus .

Di Semarang, aksi menentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM dilakukan sekelompok mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) . Aksi unjukrasa dimulai dari Jalan Pahlawan (bekas Video Tron) sekitar pukul 09.00 berakhir didepan kantor DPRD Jawa Tengah.

Dalam aksinya , KAMMI menuntut supaya pemerintah khususnya di Semarang tidak menaikkan harga BBM dengan seenaknya. Menurut Ketua Umum KAMMI Semarang, Galih Pramilu Bakti, kenaikan BBM di seluruh nusantara akan membuat rakyat sengsara. “Otomatis itu, kalau BBM naik tentu saja komoditi lainya akan ikut naik,” ujarnya ditengah aksinya .

Pemerintah mestinya melihat kebawah , khususnya pada kaum ekonomi rendah pribumi ini. “Ekonomi semakin sulit kenapa harus terus dipersulit,” katanya. Jika masalah kebutuhan kenapa masyarakat kecil yang harus dikorbankan. “Kenapa bukan anggaran gaji pegawai negeri saja yang di potong untuk menutup kenaikan BBM,” tegasnya.

DI WONOSOBO

Sementara itu aksi yang sama juga dilakukan oleh mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di Kabupaten Wonosobo. Mereka berjalan kaki dari Universitas Sains Alquran (Unsiq) Wonosobo dengan membawa sejumlah spanduk penolakan kenaikkan harga BBM.

Aksi massa sekitar 100 orang mahasiswa tersebut dimotori oleh mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sejumlah organisasi sayap. Koordinator aksi, Zaenudin mengatakan, mahasiswa Wonosobo menolak tegas rencana kenaikan BBM karena akan menyengsarakan rakyat. “Kami akan menggelar aksi beberapa tahap,  katanya.

Mahasiswa Wonosobo juga meminta dukungan sejumlah aktivis lintas daerah untuk menyuarakan kepentingan rakyat dalam menyikapi BBM. Mahasiswa juga akan melayangkan surat ke Bupati Wonosobo terkait keberatan masyarakat dan pelaku industri kecil yang sudah terkena dampak rencana kenaikan.

“Ada 10.000 usaha kecil di Wonosobo yang saat ini sudah terkena dampak kenaikan BBM. Mereka terancam bangkrut,” terangnya. Aksi mahasiswa yang dimulai pukul 09.00 tersebut diramaikan dengan aksi teatrikal sejumlah seniman muda di Wonosobo

DI KUDUS

Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, Jawa Tengah, berunjuk rasa di alun-alun Kudus, Senin(19/3). Mereka menolak rencana penaikan harga bahan bakar minyak. Selain menolak kenaikan BBM, sejumlah mahasiswa juga mengumpulkan koin sumbangan untuk membantu menutupi defisit APBN.

(suatmadji/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.