Setiap Beraksi Mengaku Polisi

Pencuri dan Penadah Motor Dibekuk Polisi

Selasa, 1 Mei 2012 — 16:16 WIB
ranomor15

BOGOR (Pos Kota) – Mengaku polisi, kawanan bandit pimpinan Mardiana alias Yana 24, menggasak empat motor warga.Kasus terakhir terjadi Senin (30/4) sekitar pukul 23.30 malam. Kelompok ini menggasak motor Dewi Handayani37, warga Kampung Sawah Poncol, RT 01/05, Desa Iwul, Kecamatan Parung.

Korban saat itu melintas di TKP dengan motor dari tempat kerjanya di Pondok Indah Jakarta. Karyawati ini sempat dipukuli oleh pelaku yang mengaku polisi. Namun ia berteriak sehingga warga berdatangan dan menangkap Yana.

Setelah Mardiana Alias Yana, diperiksa, polisi kemudian menciduk pelaku dan penadah lainnya, Sandi Alias Tepes 23, dan Adul 23, warga Batuhulung, Balumbangjaya, Bogor Barat.

Keduanya merupakan pelaku perampasan motor milik Dewi handayani, karyawan rumah makan di Pondok Indah.

Sandi dan Adul diciduk di rumahnya Kampung Batuhulung, Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat, sekitar pukul 22:00 malam. Saat diciduk, pelaku berusaha mengelak. Polisi yang sudah mengantongi bukti kuat, langsung meringkus dan membawanya ke Mapolsek Parung.

Setelah menciduk Sandi, polisi mengungkap seorang penadah motor curian, Engkus Rosadi23, yang merupakan tetangga dekat Sandi.

Kapolsek Parung Kompol Denni Heryanto didampingi Kanit Reskrim, AKP Nelson Siregar mengatakan, sebelum diringkus, pelaku Mardiana sempat dihakimi massa.
Saat ini, ada tiga pelaku yang sudah diamankan di polsek. Tiga pelaku tersebut diantaranya, dua pekerja dan seorang penadah.

“Pelaku dalam setiap aksinya selalu mengaku polisi. Mereka berdalih mengecek STNK. Begitu dikuasai, korban dianiaya lalu ditinggal,”kata Kompol Denni.

Kanit Reskrim. AKP Nelson Siregar mengatakan ketiga pelaku merupakan sindikat ranmor di wilayah Bogor bagian utara, diantaranya Gunungsindur, Parung, Ciseeng, Rancabungur, Tajurhalang dan Kemang.

Lanjutnya, ketiga pelaku diamankan bersama barang bukti berupa empat unit motor masing-masing Vega R warna hitam bernopol. F5034 PA. yang digunakan pelaku dalam beraksi dan Yahama Mio warna putih bernopol. B6603EUQ milik korban. Dua unit motor lainnya yakni Honda Beat merah tanpa plat nomor dan Honda Revo plat nomor F4133 MV, hasil curian yang disimpan di rumah penadah.

“Untuk pelaku Mardiana, Adul dan Engkus kita jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian, ancaman hukuman tiga tahun penjara. Sedangkan pelaku Sandi, kita jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman lebih dari tujuh tahun penjara,” tandasnya.

Pelaku lanjut Nelson, menganiaya janda satu anak ini saat berusaha mempertahankan motornya. Korban dipukul dengan helm di mata sebelah kiri hingga luka.

Salah seorang pelaku, Mardiana, mengaku dalam beraksi ia selaku mengaku-ngaku sebagai anggota polisi.

Ia mengaku, kerap melukai korbannya dengan memukul pakai helm atau tangan kosong, jika ada upaya perlawanan korban.

“Saya sudah dua kali melakukan aksi yang sama yakni di wilayah Gunungsindur dan Parung.

Sementara penadah, Engku Rosadi mengaku, dirinya baru 10 kali menerima order sebagai penadah.

“Saya nggak tau kalau itu motor curian,” kilah pria bertubuh tambun itu.
Walau membantah sebagai penadah barang curian, ia mengaku, selama ini hanya sebagai pemberi dana bagi pelaku, jika mau beroperasi.

“Saya cuma danain Pak. Saya kasih dua juta rupiah dan jaminannya motor tanpa surat,” bebernya.(yopi)

Teks : Tersangka pencuri motor dibekuk polisi di Bogor