Warga Balimester Keluhkan Sampah

Selasa, 1 Mei 2012
sampah-berserakkan

JAKARTA (Pos Kota) -Pengguna jalan dan warga sekitar Jalan Raya Jatinegara Barat, Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jaktim, mengeluhkan tempat penampungan sampah (TPS) di tepi jalan tersebut. Selain menyebarkan aroma tak sedap, tumpukkan sampah juga membuat lokasi di dekat pintu keluar Pasar Regional Jatinegara itu tampak kotor dan kumuh.

“Penampungan sampah kok di pinggir jalan? kayak nggak ada tempat lain lagi aja. Udah bikin macet, bau pula,” kata Ahmad, 28, salah seorang pengendara sepeda motor.

Senada dengannya, Mulyono Yuwondo, Ketua RT 001/06 Kelurahan Balimester, juga mengeluhkannya. Pasalnya, lokasi TPS sangat dekat dengan rumah sekaligus toko tempat ia mencari nafkah. “Aromanya jelas mengganggu, apalagi pas hujan turun disertai angin,” katanya.

Meski begitu dirinya mengaku tidak dapat melarang apalagi menutup TPS, sekalipun menjabat Ketua RT. Terlebih, TPS tersebut sudah ada sejak sekitar lima tahun lalu. “Lokasi ini memang dianggap yang paling strategis. Apalagi lahan kosong di wilayah ini memang terbatas,” katanya.

Pantauan Pos Kota, TPS itu berada persis di depan toko di deretan Jl Jatinegara Barat atau hanya berjarak sekitar 5 meter dari pintu keluar Pasar Regional Jatinegara. Penumpukkan sampah lebih sering terjadi sekitar pukul 13:00 hingga 17:00. Selebihnya, hanya ada ceceran sampah yang dibungkus dengan plastik.

Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Balimester, Sri Mulyono menyadari, banyak warga dan pengguna jalan yang terganggu dengan masalah sampah tersebut. Menurutnya, TPS tersebut dikelola oleh pihak swasta.

“Memang pengangkutannya dilakukan setiap sehari, dan tumpukkan sampah hanya ada sekitar pukul 13:00 hingga 17:00. Cuma masalahnya adalah penempatan lokasinya yang kurang pas, dan pengangkutan dilakukan sekitar pukul 15:00 hingga pukul 17:00,” katanya, ditemani Sekretaris LMK Slamet Riyadi, dan Ketua TPKK (Tim Pelaksana Kegiatan Kelurahan) Kiki Alim, ketika disambangi Pos Kota, di kantornya, Senin (30/4).

Dirinya mengaku sudah pernah membicarakan masalah ini dengan Kepala Seksi Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kelurahan setempat. Namun, lagi-lagi terkendala oleh terbatasnya lahan kosong. Sebagai solusi, ia pun akan mengajukan usulan pada pihak terkait untuk merubah waktu operasional TPS.

“Karena di pinggir jalan umum. Tak jarang truk pengangkut menghambat arus lalulintas di sekitarnya. Kami akan bantu usulkan penampungan dan pengangkutan sampah dilakukan tidak pada jam-jam sibuk. Paling tidak pada malam hari atau ketika toko-toko di sekitar sana tutup,” ujarnya.

Terkait hal itu, Kasubag TU Sudin Kebersihan Jaktim, Soebiandono, mengatakan, terpilihnya tempat tersebut lantaran lokasinya dekat dengan pasar. Hal itu, menurutnya, karena sumber sampah berasal dari pasar dan warga sekitar. Adapun volume sampah yang biasa diangkut mencapai 8 ton per hari.

“Sebenarnya bukan masalah, karena tumpukkan sampah di sana hanya tertumpuk selama beberapa jam dan langsung diangkut atau dipindahkan dengan cepat ke TPA Bantar Gebang Bekasi,” kata dia melalui ponselnya.

(yulian/sir)

Teks Gbr- Ketua LMK Balimester Sri Mulyono (kanan) bersama Sekretaris LMK Slamet Riyadi (kiri), saat meninjau TPS di Jl. Jatinegara Barat, Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jaktim. (yulian)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.