Pelayanan PT Aetra Dinilai Kian Buruk

Jumat, 4 Mei 2012
pelayanan copy

CILINCING (Pos Kota) – Pelayanan PT Aetra Air Minum Jakarta kian buruk. Perusahaan pengelola air bersih itu dianggap pilih kasih dalam memberikan pelayanan lantaran lebih mengutamakan pasokan air ke wilayah elit daripada ke wilayah yang dianggap biasa dan masyarakat golongan menangah ke bawah. Tak hanya itu, perusahaan ini juga dianggap tidak serius menangani berbagai kasus pencurian air dan tidak segera membenahi jalan yang rusak akibat galian.

“Selama ini PT Aetra di Jakarta Utara hanya mementingkan pasokan air bersih ke kawasan-kawasan elit seperti Kelapagading dan Pluit. Sementara untuk pasokan ke wilayah yang masyarakatnya termasuk golongan menengah bawah diabaikan,” kata Ketua Komite Pelanggan Air Minum (KPAM) Jakarta Utara M Najib Rasyid, kemarin.

Menurut dia, sejauh ini banyak pengaduan pelanggan yang disampaikan melalui lembaganya. Oleh karena itu dia sangat menyayangkan jika pengelolan air bersih di bawah kendali PT Aetra masih sangat buruk. “Banyak pengaduan yang masuk ke KPAM umumnya menyangkut persoalan buruknya pelayanan, jalan rusak yang sebelumnya sudah bagus dan dibetonisasi tapi justru rusak oleh proyek galian air, juga soal keluhan pelanggan yang tak langsung ditanggapi,” kata dia.

Dia juga menambahkan, dalam setiap proyek galian PT Aetra tak pernah berkoordinasi dengan pejabat di tingkat wilayah. Mereka merasa sudah mengantongi izin dari Sudin PU Jalan. Akibatnya setiap ada proyek galian tidak lagi menghiraukan dampak yang bakal ditimbulkan. “Banyak jalan rusak akibat galian pipa milik PT Aetra tidak dikembalikan seperti semula bahkan tidak pernah berkoordinasi dengan lingkungan,” katanya.

“Contohnya di kawasan Kelurahan Sungai Bambu, jalan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat justru rusak akibat galian pipa milik PT Aetra yang tidak diperbaiki seperti semula. Dampaknya pengguna jalan terganggu dan memicu terjadinya macet.”

Oleh karena itu pihaknya meminta PT Aetra untuk mengambil tindakan dan tidak membiarkan berbagai persoalan dan keluhan itu terus terjadi. Sebab bukan tidak mungkin pelanggan akan mengambil jalan pintas dengan menolak menjadi pelanggan dan meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mengambilalih perusahaan itu.

Bahkan kata Najib dirinya bersama warga akan segera melakukan class action jika layanan masih seperti ini. “Selama ini kami merasa tidak pernah terlambat dalam melakukan pembayaran tagihan, tapi nyatanya pelayanan yang kami terima tetap buruk,”katanya.

Secara terpihak Kasudin PU jalan Pemkot Jakarta Utara Maman Suparman mengaku pihaknya sudah meminta kepada rekanan PT Aetra yang sedang melakukan penggalian pipa agar segera mengembalikan kondisi jalan seperti semula, jika tidak pihaknya tidak akan mengeluarkan izin untuk melakukan penggalian di seluruh wilayah Jakarta Utara.

“Kita sudah sering ingatkan kepada rekanan yang melakukan penggalian pipa agar mengembalikan kondisi jalan seperti semula, jika tidak kami akan berikan teguran keras atau kami tidak akan keluarkan izin galian di seluruh wilayah di Jakarta Utara,” kata Maman. (wandi)

Teks : Sejumlah pekerja dari rekanan PT Aetra sedang membikin lubang untuk saluran airn minum di wilayah Pademangan. Akibatnya jalanan menjadi macet dan becek. (wandi)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.