Pemprov DKI Jangan Hanya Umbar Janji

Sabtu, 19 Mei 2012
iluspemerintah

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Warga di empat kelurahan yang terkena program penurapan, pengerukan dan normalisasi Kali Grogol serta Kali Jelawe minta Pemprov DKI tak hanya umbar janji. Pasalnya, saat hujan tempat tinggalnya tak luput dari banjir kiriman luapan air tersebut.

“Kami sudah bosan kalau hujan dan air kali meluap pasti kebanjiran sementara program atau rencana normalisasi di sepanjang kali tersebut sudah lima tahun lebih diusulkan tapi tak kunjung ada,” kata Ny. Heru, warga RW 01, Kel. Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Sabtu (18/5).

Kondisi badan kali sudah dangkal dan sebagian lebar menyempit akibat penambahan bangunan rumah serta pengurukan. Bahkan, jika air kali meluap dan membuat kawasan banjir kondisi airnya kotor penuh sampah dan berwarna hitam.

Menurut dia, jangankan untuk membebaskan lahan yang sebagian besar sudah berdiri rumah atau bangunan lainnya agar kali bertambah lebar mengenai program atau rencana pengerukan kali yang dangkal sampai saat ini tak kunjung ada.

Masalah banjir luapan air Kali Grogol tidak hanya terjadi di kawasan Kel. Gandaria Utara tapi juga di Kel. Kramat Pela dan Gunung, Kec. Kebayoran Baru serta Grogol Selatan, Kec. Kebayoran Lama ketinggian air memang bervariasi mulai dari 20 Cm hingga 1 meter tergantung dari debit luapan air kali tersebut.

Rusli, warga lain, mengaku banjir kiriman kerap terjadi tapi yang dikhawatirkan adalah kondisi air yang kerap hitam pekat dan banyak sampah sehingga takut menimbulkan penyakit. “Kami berharap ada kepastian rencana pengerukan dan penurapan Kali Jelawe yang sudah direncanakan,” tuturnya .

Camat Kebayoran Baru, Mauludin dan Lurah Gandaria Utara, Lukmansyah, mengatakan masalah usulan pengerukan dan penurapan memang sudah berulang kali diajukan tapi karena belum ada program terpaksa kegiatan dilakukan secara mandiri atau kerja bakti antar warga sekitar.

Walikota Jaksel Anas Efendi didampingi Kasudin PU Tata Air Irvan, mengaku program pengerukan memang perlu tapi terkendala dengan alat berat yang harus masuk ke lokasi kali. “Tempatnya tak memungkinkan untuk alat berat masuk ke badan kali,” tuturnya yang berharap warga hendaknya tetap menjaga kebersihan dan tak membuang sampah di kali tersebut.

Irvan, menambahkan untuk proyek pelebaran kali sulit dilakukan melihat hampir seluruh pinggir kali sudah banyak berdiri bangunan baik di Kali Gorogol maupun Kali Jelawe tapi pengerukan Kali Jelawe direncanakan tahun 2012 ini karena anggaran bakal turun sebesar Rp 400 juta. (anton/b)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.