Rabu, 23 Mei 2012 20:26:13 WIB

Tukang Ngebor Sumur, “Ngebor” Bocah 7 Tahun

child-abuse-2

BEKASI (Pos Kota) – Soal ngebor mengebor sumur bagi Ba, 50, sudah biasa. Tapi kakli ini pria setengah baya yang belum menikah itu apes, karena “mengebor” bocah berusia 7 tahun. Tak pelak dia diseret ke polisi.

Kapolsek Tambun Kompol Andri Ananta, Rabu(23/5) siang, mengajak 2 bocah perempuan ke sebuah rumah kosong. Di sana Ba mengajak kedua bocah ini main
‘kawin-kawinan’ dan mengiming-imingi uang Rp 2000. Dua bocah tentu senang saja kalau diberi uang.

Namun dibalik kebaikan Ba ini tetu harus dibayar mahal. Ba dengan tega menggilir dua bocah ini. Usai melakukan perbuatan aib itu, kedua bocah diberinya  uang masing-masing Rp 2000.

Efek dari perbuatan Ba ini membuat  dua si buah hati  kesakitan. Mereka merintih saat membuang air kecil. Kedua orangtua si bocah menanyakan derita yang dialami si anak.

Dengan  pertanyaan yang lemah lembut si orangtua, akhirnya kedua bocah ini mengaku kalau mereka telah diajak main’kawinh-kawinan oleh Ba, bujang lapuk tetangganya itu.

Mendengar penuturan anak, kedua orangtua  korban terperangah. Mereka mencari Ba , namun tak ditemukan di rumah kiontrakannya. Kantor Polsek Tambun pun menjadi upaya terakhir  meyelesaikan masalah tersebut. Kedua orangtua korban melaporkan kasus pencabulan ini ke kantor polisi.

Tak lama, petugas menangkap tersangka Ba dan menyita celana dalam
serta celana jins yang dijadikan barang bukti.

Tersangka Ba mengaku melakukan perbuatan tersebut karena khilaf. Kapolsek Tambun Kompol Andri Ananta mengatakan, tersangjka masih kami periksa untuk mengungkap apakah masih ada korban lainnya.

“Dia kami jerat pasal 285 KUHP ancamannya 5 tahun penjara,” papar Kapolsek. Diberitakan sebelumnya, dua bocah dicabuli pemuda tetangga melapor ke Polsek Tambun. Tersangka Ba saat itu kabur saat dicari keluarga korban.(yanto/dms)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.