Ketua Umum LKB : Pemerintah Perhatikan Budaya Betawi

Minggu, 17 Juni 2012 — 23:29 WIB
Nyi Dasima-n2

SRENGSENG – (Pos Kota) – Sukses penyelenggaraan Pagelaran Seni Betawi Tempo Doloe di Perkampungan Budaya Betawi – Setu Babakan, Jakarta Selatan,  yang menampilkan 40 jenis kesenian dengan melibatkan 3.000 pelaku seni Betawi pada Kamis hingga Minggu (14-17 Juni)  ini,  merupakan prestasi sendiri bagi Lembaga Kebudayaan Betawi.

H. Tatang Hidayat, Sh – Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi

“Keterlibatan LKB dalam Pagelaran Seni Betawi Tempo Dulu adalah sebagai apresiasi terhadap upaya pemerintah.  Sesuai UU no. 29 tahun 2007, Pemprov DKI memiliki kewajiban untuk pelestarian dan pengembangan budaya Betawi sebagaimana budaya nusantara lainnya, ” kata Ketua Umum LKB, H. Tatang  Hidayat, SH,

Menurut Tatang, hal ini merupakan kegiatan konkrit yg memliki tiga komponen yang sejalan dengan tanggung jawab LKB, yakni pelestarian, pembinaan dan pemanfaatan. Pemanfaatan di sini dalam arti semua pelaku seni bisa diberdayakan dengan berbagai kreativitasnya.

Sendratari kolosal Nyi Dasima di Setu Babakan sebagai salahsatu gelar kesenian Betawi yang diselenggarakan LKB

Bagaimana pun gerakan pelestarian budaya ini penting untuk menyasar kepada target mendasar,  yakni membentuk karakter masyarakat  Jakarta  yang berbudaya, tegas Ketum LKB yang juga Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Ansor dan Kasadkornas Banser ini.

Dengan berbudaya mereka akan  punya sikap toleran, moderat  dan mampu menumbuhkan rasa saling pengertian, hingga Jakarta menjadi kota yang teduh, damai dan aman untuk dimasuki siapapun.

Terkait perhatian pemerintah terhadap seni Budaya Betawi, menurut sarjana hukum lulusan Universitas Jakarta (Unija) ini sebenarnya sudah cukup besar. Bukti konkritnya antara lain dengan terbangunnya sarana seperti Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan ini, dan terujudnya pembangunan Gedung Kebudayaan Betawi di lokasi bekas Kodim 0505, Jatinegara, Jakarta Timur.

Selain itu, ungkap Tatang Hidayat SH,  pemerintah juga kerap mengirimkan sanggar-sanggar seni Betawi ke luar negeri, baik sebagai delegasi muhibah kesenian maupun dalam promosi wisata.

Ketua Umum LKB yang menduduki jabatannya yang kedua ini, menyatakan, pihaknya menyadari apa yg dilakukan Pemprov. DKI Jakarta ini memang hanya stimulan. Selanjutnya diharapkan masyarakat Jakarta ikut terlibat secara permanen mengupayakannya, ” tegas Tatang .

“Bagaimana supaya gayung bersambut, himbauan saya, mari sama-sama kita melestarikan budaya Betawi ini yang bisa kita mulai dari diri sendiri,dengan member ruang seluas-luasnya dalam kegiatan kemasyarakatan,”  tambah Tatang Hidayat, Ketua Umum LKB yang menggantikan Bieb T.  Benyamin. (dms)