Rabu, 18 Juli 2012 20:48:20 WIB

Jelang Ramadhan, Makam Gus Dur Ramai Dikunjungi Peziarah

peziarah187l

SURABAYA(Pos Kota)- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1433 H, makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Ponpes Tebuireng Jombang Jawa Timur dipadati peziarah. Dalam sehari peziarah yang datang sekitar 7 sampai 8 ribu orang.

Padahal pada hari biasa jumlah peziarah hanya 3 ribu orang per hari.
“Sejak sepekan terakhir ini jumlah peziarah di makam Gus Dur meningkat. Dalam sehari rata-rata 8 ribu orang yang datang. Ini trend setiap tahun terutama menjelang datangnya bulan Ramadhan,” kata Teuku Azwani, pengurus Ponpes Tebuireng, Rabu (18/7).

Pria kelahiran NAD (Nagroe Atjeh Darussalam) ini menjelaskan, peziarah yang datang bukan hanya dari Jombang dan sekitarnya. Bahkan banyak yang berasal dari luar Propinsi serta luar pulau. Semisal, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sulawesi.

Mereka kebanyakan datang secara rombongan dengan mengendarai bus. Begitu menginjakkan kaki di lokasi, mereka langsung bermunajat di makam mantan presiden ke-4 tersebut.

Ada juga yang berkeliling pondok terlebih dulu untuk melihat pesantren yang didirikan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari itu lebih dekat.

Dia mengungkapkan, meningkatnya jumlah peziarah tersebut bukan tanpa sebab. Salah satunya adalah adanya tradisi ziarah makam bagi umat Islam setiap menjelang Ramadan.

“Mungkin besok puncak ramainya peziarah. Apalagi malam Jum’at,” tambah pria yang sudah lima tahun lebih nyantri di Tebuireng itu.

Ahmad Husain,45, peziarah asal Pemalang, Jawa Tengah mengatakan, ia datang secara rombongan sebanyak satu bus. Selain ke makam Gus Dur, rombongan tersebut juga ziarah ke makam kiai NU lainnya. “Semoga mendapatkan barokah menjelang bulan Ramadan tahun ini,” katanya.(nurqomar)

Teks : Pengunjung makan Gus Dur meningkat jelang Ramadhan

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.