Memasuki bulan suci Ramadhan

Petugas Sita 10 Kg Usus Ayam Formalin

Jumat, 20 Juli 2012 — 12:54 WIB
ternak-sub

CAKUNG (Pos Kota) – Memasuki bulan suci Ramadhan 1433 H, petugas Suku Dinas (Sudin) Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur memantau peredaran ayam potong, jeroan, dan daging lainnya di pasar-pasar tradisional di wilayah Jaktim. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 10 kilogram (Kg) usus yang positif mengandung formalin.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan dan Perikanan Jaktim, Sabdo Kurnianto, mengungkapkan 10 Kg usus berformalin tersebut hanya didapat dari dua orang pedagang di Pasar Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jaktim.  Pemeriksaan dan pengawasan langsung dilakukan di tempat menggunakan laboratorium formalindehid milik Kesmavet (kesehatan masyarakat veteriner) Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta.

“Untuk melindungi konsumen, 10 Kg usus ayam yang mengandung formalin tersebut langsung kami sita. Sementara, kepada kedua pedagangnya, yakni YT, dan SY kami buatkan BAP, dan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat membahayakan konsumen. Selain itu mereka juga kami bina dan kami arahkan untuk melakukan pemotongan di RPU (Rumah Pemotongan Unggas, red) Rawa Kepiting, di Kelurahan Jatinegara, Cakung,” terang Sabdo, di kantornya, Jumat (20/7).

Selain menyisir Pasar Pulogadung, Sabdo memaparkan, selama dua hari kemudian berturut-turut pihaknya juga melakukan pengawasan di Pasar Ujung Menteng, Kecamatan Cakung dan Pasar Palmeriam, Kecamatan Matraman. Seluruh pengawasan dilakukan sekitar pukul 02:00 hingga 08:00 WIB, atau tepat ketika aktivitas pedagang masih ramai.

“Dalam pengawasan, masing-masing juga kami ambil 45 sampel ayam di Pasar Pulogadung, 35 sampel di Ujung Menteng, dan 25 sampel di Palmeriam. Hasilnya, untuk ayam potong semuanya negatif atau tidak mengandung formalin. Daging kambing dan sapi juga kondisinya baik dan aman untuk dikonsumsi. Yang tidak layak ya hanya 10 Kg usus tersebut. Itu pun sudah kami musnahkan,” tambahnya.

Kepala Sudin Peternakan dan Perikanan Jaktim, Edi Santoso, menerangkan, pemantauan terhadap ayam, jeroan, dan daging tak layak konsumsi yang beredar di pasar ini akan terus dilakukan pihaknya hingga menjelang Lebaran nanti. Pengawasan, biasanya melibatkan unsur Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Polres Jaktim, dan Satpol PP Jaktim.

“Pengawasan ini bertujuan untuk melindungi konsumen, sehingga kian merasa aman dan nyaman membeli daging di pasar tradisional. Kegiatan ini juga salah satunya merupakan implementasi Perda DKI Nomor 5/1992 tentang penampungan dan pemotongan unggas serta peredaran daging di wilayah DKI Jakarta,” tambahnya.

Ny. Ani, 51, warga Pulogadung, merasa terbantu dengan pemantauan yang dilakukan Sudin Peternakan dan Perikanan Jaktim tersebut. Ia berharap, pemantauan seperti itu dapat berjalan rutin, sehingga tak ada lagi pedagang yang nakal menjual ayam atau daging lainnya dengan zat kimia berbahaya.

“Terimakasih telah mengawasi peredaran ayam dan daging. Semoga pengawasannya terus berjalan. Sehingga, kami tidak lagi cemas ketika membeli daging di pasar,” tuturnya.

(yulian/sir)

Teks Gbr- Petugas Sudin Peternakan dan Perikanan Jaktim memantau peredaran ayam potong, jeroan, dan daging lainnya di salah satu pasar tradisional di wilayah Jaktim. (dok)