Minggu, 22 Juli 2012 14:50:43 WIB

PJU di Purwakarta Akan Gunakan Lampion

lampion227

PURWAKARTA (Pos Kota) – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Purwakarta berencana menambah jumlah penerangan jalan umum (PJU) sebanyak 400 titik. PJU itu dipasang di ruas jalan kabupaten yang baru di hotmix atau dibeton.

“Kita menganggarkan Rp 10,3 miliar untuk pengadaan PJU ini,”kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Purwakarta, Ruslan Subanda.

Rincian alokasi tersebut, yakni Rp 9,5 miliar untuk pengadaan PJU yang menggunakan tenaga surya (solar cell). Sisanya, Rp 800 juta bagi PJU yang menggunakan energi listrik. Saat ini, pengadaan PJU ini masih dalam proses tender. “Sepertinya, akan terpasang sekitar Agustus,”ucapnya.

Disebutkan, dari 400 titik yang diusulkan itu, 187 titik di antaranya akan menggunakan tenaga surya. Sisanya, yaitu 203 titik akan menggunakan penerangan dari listrik.

“Purwakarta memperoleh bantuan dari provinsi Rp 9,5 miliar untuk pengadaan PJU tenaga surya. Sisanya dianggarkan dari APBD Kabupaten Purwakarta,” tukasnya.

Namun rencana DKP tak berbanding lurus dengan keinginan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang akan mengganti PJU konvensional menjadi lampu lampion. Rencananya, sebanyak 1000 lampion nantinya disebar dan menggantikan 50 titik PJU yang ada di wilayah perkotaan dan pedesaan.

“Setiap satu unit PJU akan diganti dengan 20 lampion. Adapun untuk yang saat ini sudah terpasang, sekitar 60 lampion. Menurut saya, menggunakan lampion, bisa menghemat energi listrik. Karena, lampu dalam lampion ini, tegangan listriknya hanya lima watt. Jadi, lebih hemat dibanding PJU,”kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Dedi mengungkapkan, saat ini pemasangan lampion masih terkonsentasi di wilayah perkotaan. Terutama, di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan KK Singawinata. Diakuinya, semula wilayah perkotaan Purwakarta itu akan menggunakan PJU dengan energi surya (solar cell).

Namun, setelah melalui pertimbangan, yang dipilih yaitu penerangan dengan lampion. Karena, selain bisa menghemat listrik, juga memiliki nilai estetika.

Untuk lampionnya sendiri, jelas Dedi, baru ada dua jenis. Yaitu, yang berbentuk hati dengan warna merah bercampur corak putih dan lampion dari anyaman bambu yang bentuknya seperti alat menangkap ikan (bubu). Kedepan, bentuk lampion yang digunakan bisa bertambah. Tentunya, disesuaikan dengan karakter Purwakarta. (dadan)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.