Sabtu, 25 Agustus 2012 12:42:01 WIB

Kapal Lama Bersandar, Penumpang KMP Duta Banten Mengamuk

DutaBanten-1

MERAK (Pos Kota) – Ratusan penumpang KMP Duta Banten ngamuk diatas kapal, Jumat (24/08), sekitar pukul 22:00 WIB. Kemarahan para pemudik ini lantaran kapal milik PT Jembatan Laut (Jemla) Ferry itu, lambat bersandar hingga hampir lima jam di dermaga Pelabuhan Merak. Beruntung, kekesalan penumpang berhasil segera diredam sehingga tidak menimbulkan kerusakan.

Diperoleh keterangan, kapal angkutan lebaran ini tiba di perairan Pelabuhan Merak sekitar pukul 18:00. Namun kapal tersebut baru bisa berhasil bersandar di Dermaga IV Pelabuhan Merak, sekitar pukul 22.00 WIB. Kesal berjam-jam berada, para pemudik yang sudah kelelahan ini mulai emosi. para ABK sempat memberitahu kalau kapal harus antri sandar, namun penumpang tak mau tahu.

Para penumpang yang kesal mulai memukuli kapal dengan benda seadanya sehingga terjadi kegaduhan. Untungnya peristiwa itu tidak meluas karena petugas keamanan yang berada diatas kapal segera meredam.

Setibanya berhasil sandar di dermaga IV, para penumpang pejalan kaki langsung dijemput menggunakan bus gratis yang disediakan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, menuju Terminal Terpadu Merak (TTM).

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Mario Sardadi Utomo, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Kendati demikian dia membantah terjadi keributan besar diatas kapal tersebut. “Itu hanya emosi sesaat penumpang saja, tidak ada keributan besar,” kata Mario dikonfirmasi Pos Kota, Sabtu (25/8).

Menurutnya, terlambatnya kapal bersandar di dermaga pelabuhan tersibuk itu disebabkan karena kapal harus mengantre bergantian dan harus menambatkan kapal ditengah laut. Sebab, jadwal kapal pada malam itu cukup padat karena arus balik lebaran.

“Dermaga di Pelabuhan Merak ada 5, sedangkan di Pelabuhan Bakuheuni 6 dermaga. Jadi ketika seluruh dermaga di Bakauheuni dioperasikan, tentunya dermaga di Merak tidak dapat menampung, sehingga kapal-kapal harus menunggu sandar secara bergiliran,” katanya. (haryono/dms)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.