Selasa, 4 September 2012 17:55:21 WIB

Kabag Hukum Pemkab Lamongan Dipanggil Kejaksaan

Kejaksaan

SURABAYA (Pos Kota) – Kejaksaan Negeri Lamongan melalui Kasipidsus, Moh Suroyo, SH dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Bagian Hukum Pemkab Lamongan,terkait penggunaan anggaran untuk pengacara dan konsultan.

Menurut Suroyo, pihkanya perlu melakukan pemanggilan terhadap pejabat Pemkab Lamongan, karena ingin melakukan klarifikasi anggaran  APBD yang mencapai Rp 591 juta.

“Kita hanya ingin mengklarifikasi penggunaan anggaran yang diperoleh dari uang negara tersebut, jangan sampai ada yang salah, ” ujarnya seraya mengatakan karena selama ini Kasus yang melibatkan Pemkab setempat hanya tiga kasus.

Dijelaskan Suroyo, ketiga kasus itu yakni, Pemkab yang di PTUN kan pedagang Pasar Babat, Dr Soegiri yang melakukan pemecatan terhadap PNS dalam kasus kecelakaan tewas, dan yang terakhir Pengadaan seragam PNS yang juga di PTUN kan.

“Kalau penggunaan anggaran, sesuai aturan tidak ada masalah, jangan sampai urusan pribadi diambilkan dana Pemkab, misalnya seorang pejabat diminta menjadi saksi di Surabaya kemudian diambilkan anggaran hukum, ini salah,” ujarnya.

Sekedar diketahui, kini ada beberapa kasus yang mendera Pemkab Lamongan yakni, Dugaan korupsi Pengadaan lahan untuk mega proyek Lamongan integrated shorebase (LIS) seluas 94 hektar dengan nilai Rp 16 miliar, yang menyeret Mantan bupati Masfuk sebagai tersangka.

Kasus PUAP senilai Rp 60 Juta yang menyeret Assisten Bupati Lamongan, Lestariyono dan Sekretaris Dinas Perhubungan, Hari Agus Santa Permana sebagai tersangka.

Sebelumnya mantan kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Mustakim Arif juga terlibat kasus korupsi pengadaan pakan ternak senilai Rp 90 juta dan harus menjalani hukuman penjara selama 1 tahun dua bulan di Lapas Lamongan.(nurqomar/dms)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.