PON Riau Tinggal Hitung Hari

Wisma Atlet Masih Amburadul

Kamis, 6 September 2012
wisma59

JAKARTA (Pos Kota) –Gelaran PON XVIII Riau tinggal menghitung hari. Bahkan sebagian tim masing-masing cabor sudah berada disana. Namun ternyata, persiapan tuan rumah sampai sekarang tetap belum rampung 100%.

Setelah Menpora RI Andi Mallarangeng mengaku masih ada 2 venue yang belum selesai, yaitu venue menembak dan futsal, ternyata wisma yang diperuntukkan bagi penginapan atlet, juga masih amburadul. Akibatnya, sejumlah atlet ‘ogah’ menempati wisma. Mereka terpaksa mengontrak rumah warga sekitar dan hotel-hotel kelas melati.

Hal itu diakui Humas KONI Jatim, Indro Sulistio. Anggotanya kontingennya tidak bisa tinggal di wisma meski gratis.

“Kamar mandinya ada di luar kamar. Hitungannya untuk tiga kamar di wisma satu kamar mandi. Daripada rebutan mandi, kami lebih memilih tempat lain saja,” kata Indro.

SIKAP KASAR

Selain itu, sikap penjaga beberapa venue juga terlalu kasar. Mereka menghardik dan mengusir wartawan yang hendak memantau keadaan wisma atlet dan beberapa venue. Bahkan mereka yang disinyalir ‘preman’ suruhan itu menantang wartawan.

“Jangan macam-macam kalian. Biar wartawan kami tidak takut. Silakan angkat kaki dari sini,” gertak mereka dengan nada emosi.

Kurang siapnya tuan rumah Riau, membikin sejumlah kalangan gemas, termasuk anggota legislative DPR RI.

“Dulu ketika SEA Games persoalannya sama, nyaris gagal. Kita berpikir PON kali ini bisa lebih siap, tapi ternyata lebih parah. Sekarang wisma atlet pun belum siap,” ungkap anggota Komisi X, Dedi Gumelar di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (5/9).

“Kita sudah tahu akan ada PON di sana (Riau –red) dari tahun 2006 silam. Tapi anehnya dibilang kondisinya mendesak. Padahal tidak ada yang mendesak,” lanjutnya.

Menpora Andi Mallarangeng mengakui, bahwa venue futsal dan menembak memang belum rampung sepenuhnya. Tapi ditegaskannya, kedua venue yang mendapat sorotan tajam dari per situ pada prinsipnya sudah selesai dan sudah bisa difungsikan.

“Namun bangunan yang tidak terselesaikan itu tidak mengganggu aktivitas atlit dalam menjalankan tugasnya.

“Fungsional, bisa digunakan untuk pertandingan. Tapi misalnya yang lain belum terpasang, tapi itu juga tidak mengganggu orang untuk menembak, atau futsal. Jadi fasilitasnya,” jelas Andi.

Sementara itu, tim futsal DKI Jakarta yang sudah tiba di Pekan Baru, Riau, juga mengeluh akan keberadaan lapangan futsal. Ketua tim futsal DKI, Robby Hartono mengaku, selain kotor dan berdebu, permukaan lapangannya juga sedikit bergelombang.

“Lantai belum terpasang keramik, kursi tribun penonton juga masih belum terpasang. Sementara itu jalan pintu masuk ke venue juga masih terpagar seng,” sesalnya.(ali)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.