Kamis, 11 Oktober 2012 — 9:52 WIB

Problem Berusia Tua

DI India pernah seorang Perdana Menteri dijabat oleh tokoh Morarzi Desai yang berusia 81 tahun. Meskipun berusia tua, tetapi pemikirannya jernih dan cerdas. Di Jepang, pernah ada Perdana Menteri berusia 71 tahun. India adalah negara yang banyak penduduk usia diatas 60 tahun, demikian juga di China. Terbanyak 2/3 orang berusia diatas 60 tahun berada di negara-negara berkembang, seperti di China, India, Indonesia dan lainnya.

Menghormati orang tua adalah sikap yang tidak bisa ditawar-tawar. Lebih-lebih di Indonesia sejarah menyatakan bahwa di zaman kerajaan banyak raja-raja yang menghormati orang tua bahkan dijadikan penasihat atau ”parampara”. Contoh; Sutowijoyo, pendiri kerajaan Pajang dan Mataram, menghormati Sunan Kalijaga. Demikian juga Raden Patah, ternyata Sunan Kalijaga dijadikan penasihat dan mendudukkan Raden Patah sebagai Sultan pertama di Demak.

Di dunia pewayangan, khususnya di Jawa banyak cerita-cerita tentang anak-anak muda menghormati orang tua seperti cerita Begawan Abiyoso dan lainnya. Pihak Pandawa dan Kurawa juga menghormati orang-orang tua seperti Bisma, Saliya dan lainnya untuk dijadikan sebagai penasihat. Tetapi kenyataan sekarang di dunia pemimpin lupa kepada orang-orang tua. Demikian juga di negara-negara berkembang lainnya. Baru-baru ini PBB khususnya organisasi Dana Populasi telah mengimbau perlunya ada kebijakan khusus bagi para orang tua. Karena pada masa-masa mendatang jumlah penduduk berusia tua menjadi masalah besar dan bertambah banyak.

Pada tahun 2050 sebanyak 60 negara baik yang maju maupun yang berkembang termasuk China, India, Kanada dan Indonesia akan mengalami kenaikan populasi penduduk yang berusia tua atau Lansia (Lanjut Usia). Kebanyakan pemerintahnya mengabaikan dan tidak ada perhatian untuk kepentingan orang-orang tua. Banyak di negara tersebut penduduk berusia tua hidup dalam kemiskinan dan bahkan sangat miskin, termasuk di Indonesia.

Jepang pada masa kini merupakan negara yang memiliki penduduk tua paling tinggi. Dan celakanya sebagian besar dari mereka hidup dalam kemiskinan. Pada tahun 2050 nanti, jumlah penduduk berusia diatas 60 tahun ke atas mencapai 2,5 miliar orang. Indonesia termasuk juga negara yang akan meningkat jumlah populasi orang tua usia. Lebih-lebih mereka hidup dalam kemiskinan. Oleh karena itu tepatlah jika Indonesia sejak dini harus melakukan upaya-upaya untuk mencari jalan keluar agar permasalahan orang tua diselesaikan dengan mengurangi peningkatan jumlah penduduk yang dikembangkan melalui program ”Keluarga Berencana”.

Generasi anak-anak muda yang sekarang banyak menjadi legislatif, eksekutif, yudikatif, swasta, politisi dan lain-lain akan menjadi ”orang tua” semua nantinya. Untuk itu perlu ada program yang tepat sasaran. Dan sesuai dengan data di PBB orang-orang tua sekarang harus membayar ongkos lebih banyak untuk sistem kehidupan bagi para orang tua. Pensiun yang diterimanya tidak bisa mengatasi masalah kehidupan mereka, yaitu membayar obat, rumah sakit, makan dan lain-lain. Jepang saja yang memiliki income perkapita lebih tinggi, ternyata kehidupan orang tua di sana keadaannya hampir miskin semuanya.

Untuk itu diperlukan persiapan pada generasi yang akan datag. Mudah-mudahan di Indonesia mampu memberi jalan keluar bagi masalah   kesejahteraan untuk penduduk tua atau Lansia. Bahkan secara humor para orang tua disingkat dengan ”Sialan”  atau Usia Lanjut. Nah!


Induk

Sabtu, 22 November 2014 — 6:00 WIB
Bukan Mempolitisir Banjir
Jumat, 21 November 2014 — 0:48 WIB
Turunkan Harga Pangan
Kamis, 20 November 2014 — 2:51 WIB
Tantangan Tugas Ahok
Rabu, 19 November 2014 — 6:14 WIB
Tak Cukup Hanya Menaikkan Harga BBM
Selasa, 18 November 2014 — 2:27 WIB
Kendalikan Harga Pangan

Kopi Pagi

Kamis, 20 November 2014 — 2:39 WIB
Kedaulatan Negara
Senin, 10 November 2014 — 3:19 WIB
Trias Politika Indonesia
Kamis, 6 November 2014 — 1:45 WIB
Budaya Tandingan
Senin, 3 November 2014 — 2:37 WIB
DPR Tandingan
Kamis, 30 Oktober 2014 — 6:18 WIB
Hari Oeang

Bang Oji

Rabu, 15 Oktober 2014 — 3:40 WIB
Indah Sekali
Selasa, 9 September 2014 — 0:47 WIB
Kenapa Baru Sekarang?
Selasa, 2 September 2014 — 6:16 WIB
Salahnya Kenapa Mau ?
Selasa, 26 Agustus 2014 — 6:11 WIB
Nggak Putus Bicara
Selasa, 12 Agustus 2014 — 6:21 WIB
Tak Usah Berandai-Andai

Ekonomi Rakyat

Selasa, 8 April 2014 — 2:18 WIB
Menghitung
Selasa, 18 Februari 2014 — 13:35 WIB
Irit Listrik
Rabu, 15 Januari 2014 — 9:33 WIB
Maju Dengan Tempe
Selasa, 31 Desember 2013 — 9:50 WIB
Carmat Namanya…
Jumat, 4 Oktober 2013 — 9:53 WIB
Mudik dan PKL

Dul Karung

Sabtu, 15 November 2014 — 3:11 WIB
Urusan Utang Piutang
Sabtu, 8 November 2014 — 3:25 WIB
Janji dan Blusukan
Sabtu, 1 November 2014 — 5:32 WIB
Revolusi atau Reformasi Mental
Sabtu, 18 Oktober 2014 — 8:48 WIB
Susahnya Berhenti Jadi Rakyat
Sabtu, 27 September 2014 — 6:14 WIB
Terhina Karena Punya HP