Pihak Taman Safari Sengaja Tidak Mengawinkan

Gajah `Iweng` Ternyata Perawan Tua

Jumat, 19 Oktober 2012
gajah-sub

BOGOR (Pos Kota) – Gajah Sumatera yang diberi nama Iweng sejak dibawa ke Taman Safari Indonesia (TSI) di kawasan Puncak Bogor, ternyata masih perawan.

Usia Iweng yang sudah 43 tahun, terus dijaga perkembangannya. Pihak TSI mengaku, sengaja tidak mengawinkan Iweng, karena takut berdampak cacat pada keturunannya.

Gajah asal Sumatera ini masuk TSI sejak tahun 1986 lalu.

“Iweng masih perawan tua. Kerjanya setiap pagi yakni mengangkut pakan yang diturunkan truk di depan ke exibit gajah di belakang,”kata Suyadi 51, penanggungjawab gajah.

Suyadi yang sudah mengabdi di kebon binatang terbesar Asia selama 26 tahun ini mengatakan, satu ekor gajah bisa menghasilkan 1800 gram kotoran dalam satu hari.

Kotoran gajah ini selanjutnya diangkut paginya untuk pupuk atau bahan kertas.

“Di penangkaran ada 43 ekor gajah. Jika satu ekor saja bisa menghasilkan 1.800gram kotoran, maka dari 43 ekor ini, akan terkumpul 77.400gram kotoran setiap harinya. Dari kotoran gajah, kami olah jadi pupuk atau bahan kertas,”paparnya.

Untuk menghasilkan gajah baik yang siap kontes dalam memenuhi keinginan pengunjung, asupan makanan dan latihan, menjadi perhatian dirinya.

“Gajah di kandang ini, setiap pagi dimandikan sekalian dibersihkan kandangnya. Setelah mandi, mereka langsung diberi makan,”ujar warga Cisarua ini.

Menurutnya, gajah jantan, harus dijauhkan dari binatang lain atau orang asing saat dalam masa mas (istilah untuk gajah jantan yang memasuki masa birahi).

Biasanya usia 17 tahun, gajah jantan sudah mas atau akan birahi. Disini dia terlihat ganas. Makanya perkembangannya gajah terus diperhatikan.

“Harus dihindari dari pandangan hewan lain atau orang asing, karena dia akan merasa terganggu,”kata Suyadi kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke penangkaran.

(yopi/sir)

 

Teks Gbr- Iweng, Gajah Sumatera, siap bekerja angkut rumput. (yopi)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.