Jumlah Korban Jiwa Kerusuhan Etnik di Myanmar Mencapai 100 Orang

Jumat, 26 Oktober 2012
Rakhine-n 2

RAKHINE – Jumlah koban tewas dalam kekerasan etnik di negara bagian Rakhine, Myanmar (Burma), yang terjadi sejak hari Minggu mencapai 112 orang, kata pejabat setempat.

Juru bicara pemerintah negara bagian Rakhine, Win Myaing, mengatakan 112 orang tewas dalam bentrokan antara etnik Rakhine yang beragama Buddha dan etnik Rohingnya yang beragama Islam.

Bentrokan terbaru yang bermula pada Minggu (21/10) itu juga menyebabkan 72 orang mengalami luka-luka, termasuk anak-anak.

“Hingga pagi ini, 51 pria dan 61 perempuan telah tewas,” kata Win Myaing seperti dikutip kantor berita AFP pada Jumat (26/10).

Sedikitnya empat kota di sebelah utara ibukota provinsi, Sittwe, mengalami bentrokan yang juga melibatkan pasukan keamanan.

“Peningkatan jumlah korban yang mengalami luka tembakan menunjukkan bahwa pasukan keamanan menggunakan peluru hidup untuk meredam kekerasan,” lapor wartawan BBC untuk kawasan Asia Tenggara, Jonathan Head.

Menurut pemerintah, hampir 2.000 rumah dibakar dalam konflik.

Para pejabat pemerintah, seperti dilaporkan Jonathan Head, mengatakan bahwa upaya menangani masalah ini terhambat oleh kemarahan publik di sebagian besar wilayah Burma terhadap warga Rohingya dengan jumlah sekitar 800.000 tetapi tidak diakui sebagai warga negara.

Mereka dikategorikan sebagai pendatang gelap dari negara tetangga, Bangladesh. Sebelumnya terjadi serangkaian demonstrasi untuk menuntut agar mereka diusir dari Burma.

Sementara itu PBB memperingatkan bahwa proses reformasi di Burma terancam akibat kekerasan antara etnik Rakhine dan Rohingya .

“Serangan milisi, ancaman dengan sasaran tertentu dan retorika ekstrem harus dihentikan,” kata seorang juru bicara Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam pernyataan yang dikeluarkan di Yangon.

“Bila hal itu tidak dilakukan… maka proses reformasi dan proses membuka diri yang sedang ditempuh pemerintah kemungkinan terancam.”

Pihak berwenang memperketat keamanan di Rakhine menyusul kekerasan yang pecah beberapa hari lalu. (bbc/dms)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.