Dari Keluarga Miskin

Bayi Tanpa Batok Kepala Lahir di Purwakarta

Sabtu, 27 Oktober 2012
ilusbayi

PURWAKARTA (Pos Kota) – Bayi laki laki tidak memiliki batok kepala lahir di Kab Purwakarta, Jawa Barat. Kondisi bayi berusia 3 hari itu, kini kritis dan dalam perawatan intensif tim medis di RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Bayi itu lahir dari keluarga miskin pasangan Ny Robiah, 38, dan Udin Saripudin, 54, warga Citekokaler Rt 04/02 Desa Citeko, Kec Plered, Purwakarta. Bayi nahas ini merupakan anak kelima .

Udin, hanya bisa pasrah saat mengetahui kondisi anaknya yang tak wajar. Diakuinya, dirinya kaget saat perawat di RSUD Bayu Asih memberitahukan kalau bayinya tak memiliki tempurung kepala.

“Saya semula tak percaya jika anak kelima yang baru 3 hari dilahirkan itu mengalami kelainan. Saat diberi ijin melihat dari jarak dekat, saya sedih karena memang benar ternyata anak saya tak memiliki batok kepala,”kata Udin yang berprofesi buruh tambal ban ditemui di RSUD Bayu Asih, Jumat (26/10).

Udin menyebutkan, selama mengandung, Robiah sering kontrol ke bidan dan Posyandu. Akan tetapi, sampai dirujuk ke RSUD, kandungan Robiah tersebut belum sekalipun diperiksa secara USG. Jadi, Udin tak mengetahui kalau bayinya itu memiliki kelainan.Tiga hari yang lalu, isterinya mengalami pendarahan. Kemudian, Udin membawanya ke Bidan Nita yang ada di desanya.

Melihat kondisi Robiah seperti itu, bidan desa langsung merujuknya ke RSUD Bayu Asih. Setibanya di rumah sakit milik pemerintah Kab Purwakarta itu, Robiah harus menjalani operasi bedah.Kemudian, bayi laki-laki Udin lahir ke dunia, dengan berat badan bayi mencapai 3,7 kg dengan panjang 51 centimeter. Akan tetapi, di bagian kepala, bayi tersebut hanya memiliki kulit transparan yang menyerupai karet.

Udin, kini hanya bisa pasrah pada sang khalik. Selain bingung dengan nasib anaknya itu, Udin juga kesulitan keuangan. Sampai hari ini,Udin hanya membawa uang tunai Rp 175 ribu. Uang tersebut, harus cukup untuk membeli popok bayi dan makanan untuk isteri dan dirinya selama menemani. Pun, ntuk obat sang istri, Udin belum bisa membelinya. “Untuk biaya rumah sakit, kami menggunakan kartu Jamkesmas,”ungkapnya.

Supervisor RSUD Bayu Asih Purwakarta, Abdul Pakih, menuturkan, kondisi bayi laki-laki tersebut, saat ini sedang kritis. Robiah ibu dari bayi tersebut dirujuk oleh bidan desa, sejak 23 Oktober kemarin. Karena Robiah mengalami pendarahan yang cukup hebat, makanya a dokter melakukan tindakan operasi caesar. Untuk mengeluarkan bayi tersebut.

“Saat lahir, ternyata bayi itu memiliki kelainan bawaan, yakni tidak memiliki tempurung kepala,”tuturnya.

Begitu mengetahui tak ada tempurungnya, bayi yang belum diberi nama tersebut langsung dibawa ke ruang observasi untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Setelah tiga hari dirawat, kondisinya semakin kritis. “Bahkan harus menggunakan alat bantu pernafasan,”tambahnya.

Diakuinya,kejadian bayi tanpa tempurung kepala ini, merupakan kali pertama yang ditangani RSUD Bayu Asih. Tak menutup kemungkinan, ini kasus pertama di Purwakarta. Karenanya, berbagai dokter spesialis terutama spesialis anak terus mengawasi perkembangan bayi ini.

Diungkapkan dia, penyebab bayi tanpa tempurung kepala itu, bisa jadi karena faktor genetic atau ada penyakit bawaan sejak di dalam kandungan. Selain itu, bisa juga selama di kandung asupan gizinya kurang.“Kemungkinan besar, bayi tersebut kekurangan asam folat,” pungkasnya. (dadan)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.