Di Bogor Penderita HIV/AIDS Didominasi Ibu Rumah Tangga

Jumat, 30 November 2012
bogoraids3011

BOGOR (Pos Kota) – Penderita HIV/AIDS, kini didominasi kalangan ibu rumah tangga (IRT). Ibu rumah tangga yang menderita penyakit mematikan ini jumlahnya menggeser posisi wanita pekerja seks (PSK) yang turun ke posisi sembilan.

Untuk Kota Bogor penderita HIV/AIDS, berdasarkan data, menduduki posisi ke tiga setelah Kota Bandung dan Cianjur. Temuan ini, membuat Pemda Kota Bogor merasa tidak nyaman. Langkah antisipasi lalu dilakukan. Bahkan kecenderungan meningkat 12 persen setiap tahunnya.

Hasil penelitian, ternyata penyebabnya berasal dari suami yang sering jajan di luar. Virus yang ditularkan dari PSK positif HIV/Aids, lalu dibawa suami ke rumah. Tanpa sadar, istri tertular saat melakukan hubungan suami istri.

Data penderita HIV/Aids di Kota Bogor hingga tahun 2012, penderita HIV mencapai 1.542 orang. Sedangkan AIDS mencapai 949 orang. Dari jumlah ini, 65 orang meninggal.

“Dari jumlah baik HIV maupun AIDS, 60 persen lebih adalah ibu rumah tangga. Makanya Walikota Bogor, Diani Budiarto mengalokasikan anggaran lebih untuk pencegahan dan penanggulangan pasien,”kata ketua pelaksana harian Badan Penanggulangan Aids Daerah (BPAD) Kota Bogor, Edgar Suratman Jumat (30/11) siang.

Selain ibu rumah tangga, narapidana di LP Pledang juga banyak yang mengidap penyakit mematikan ini. Mereka tertular dari penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Edgar yang juga Asda 1 bidang pemerintahan Kota Bogor ini menambahkan, hubungan sesama jenis baik waria maupun lesbian juga memberikan angka penderita yang sagat signifikan. Data yang dimiliki BPAD tercatat ada 339 wanita pekerja seks, 300 waria mengidap HIV/AIDS.

Yusniar Ritonga, Ketua Konselir HIV/AIDS Kota Bogor mengaku, untuk langkah pencegahan, pihaknya melakukan tes darah bagi ibu hamil. Namun langkah ini tidak berjalan lancar, akibat masih banyak ibu rumah tangga yang menolak dilakukan tes darah guna memastikan apakah mereka terinfeksi atau tidak. Para kaum ibu masih merasa tabu dengan uji kesehatan ini.

Bagi penderita HIV/AIDS yag mengikuti konseling dan rehabilitasi di rumah sakit, selain digratiskan, juga mereka akan diberi bekal modal untuk berusaha. Pemberian modal usaha ini, untuk mencegah mereka kembali lagi berprofesi sebagai WPS. (yopi)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.