Rabu, 12 Desember 2012 15:34:45 WIB

Suami Lapor ke Inspektorat, Pejabat Ponorogo Selingkuh

selingkuh

SURABAYA (Pos kota)– Setelah kasus kawin singkat Bupati Aceng mencuat, warga Ponorogo langsung tergugah untuk bertindak. Beberapa elemen masyarakat kota Reog yang selama ini resah karena beberapa kejadian perselingkuhan di kalangan pejabat, menggelar aksi keprihatinan dan mendesak pimpinan di kota itu untuk menindak pejabat yang berselingkuh.

“Benar, Selasa pagi kami dari beberapa elemen telah mendapatkan hasil, desakan kami direspon oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono. Kami mendesak agar pejabat yang selingkuh ditindak menurut aturan dan hukum yang berlaku,” kata Ketua Umum Ikatan Komunitas Peduli Ponorogo (IKPP) Wahyu Hananto Pribadi, di Ponorogo.

Menurutnya, Sekda Agus Pramono telah membubuhkan Nota Kesepakatan agar para pejabat tidak melakukan selingkuh dan korupsi. Nota Kesepakatan itu ditandatangani pula oleh tokoh masyarakat setempat.

Diakuinya, isu perselingkuhan pejabat di Ponorogo saat ini telah marak terjadi, dan ini sangat memalukan. Di kalangan masyarakat, hal itu bukan lagi sekedar isu, tapi dianggap benar-benar sudah menggejala, banyak pejabat melakukan perselingkuan. Salah satunya kejadian sudah dilaporkan oleh seorang suami, Eko Widagdo, yang melaporkan secara resmi kepada Kepala Inpektorat Nyoto Wiyono, karena istrinya, RI, diselingkuhi oleh seorang pejabat cukup tinggi di Ponorogo berinisial SH.

Menurut Hananto, laporan Eko Widagdo kepada Inspektorat itu dilakukan November 2012. Laporan ini menggugah segenap elemen di Ponorogo yang peduli terhadap pemerintahan yang bersih dari segi moral dan korupsi, untuk bergerak cepat.

“Ya, benar, laporan saudara Eko Widagdo soal istrinya yang diselingkuhi pejabat Pemda itu kami jadikan pemicu, ini saat yang tepat untuk ikut membersihkan akhlak pejabat kami. Kami sadar, perselingkuhan itu membuka jalan untuk korupsi, karena setelah gaji mereka tidak cukup, kemana lagi mereka cari duit untuk kebutuhan selingkuhnya, kita menduga larinya pasti korupsi,” ujar Hananto.

Eko Widagdo sendiri mengakui, dirinya sudah melaporkan ke Inspektorat, karena tidak terima istrinya diselingkuhi oleh pejabat Pemda yang harusnya menjadi panutan masyarakat itu. Ia juga menyertakan bukti berupa foto-foto pendukung soal perselingkuhan tersebut. “Saya sakit hati, terlebih saat ini kami mau menikahkan anak kami. Pejabat seperti itu harus dipecat, karena melanggar aturan dan merusak keluarga orang,” ujar Eko Widagdo didampingi pengacara senior dari Yogjakarta, Aprillia Supaliyanto yang juga asli Ponorogo.

(nurqomar/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.