Galian Utilitas Buruk, Jakarta Kian Amburadul

Minggu, 6 Januari 2013
UTILITAS

SETIABUDI (Pos Kota) – Buruknya pengelolaan jaringan utilitas, membuat sejumlah kawasan di DKI Jakarta termasuk di Jakarta Selatan kian amburadul. Meminimalisir maraknya galian tersebut, Ductingnisasi (penggabungan jaringan utilitas di satu kawasan) sudah saatnya diterapkan.

Tak sedikit galian utilitas khususnya di trotoar yang terbengkalai akibat ulah pemborong. Kondisi ini amat merusak keindahan kota dan membuat kemacetan lalu lintas. Bahkan ceceran tanah merah yang merambah ke badan jalan juga kerap mengancam keselamatan jiwa pengendara maupun para pejalan kaki terlebih kini sedang musim hujan.

Misalnya saja di Jaksel. Pantauan Pos Kota, galian utilitas di trotoar tampak merata di 10 kecamatan. Seperti di Jl HR Rasuna Said, Setiabudi, Jl Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Jl Raya Pasar Minggu, Jl Prof Supomo, Tebet dan Jl Kapten Tendean, Mampang Prapatan.

Contohnya galian utilitas di Jl HR Rasuna Said merupakan pekerjaan fiber optik (FO) oleh PT Infokom yang digarap PT Ketrosden Trias Mitra (KTM). Pekerjaan galian dimulai sejak September 2012 tapi hingga kini belum tuntas. Selain menimbulkan lubang menganga yang membahayakan pejalan kaki, tanah merah dari galian yang berada di tikungan itu mengotori badan jalan.
“Sejumlah pengendara motor terjatuh akibat tanah merah yang berceceran dan membuat jalanan jadi becek dan licin dari galian itu. Apalagi malam hari lampu penerang di sini temaram,” kata Rosyad, penjual rokok sambil menunjuk galian yang dibiarkan teronggok.

Tidak terpadunya proyek itu, menyebabkan silih bergantinya lokasi yang sebelumnya sudah tertata rapih menjadi amburadul karena selalu digali. Mulai untuk pekerjaan FO untuk jaringan telepon dan internet, listrik, air, lampu penerang jalan umum (PJU) hingga lampu lalu lintas. Ironinya, sejumlah trotoar yang rusak dan baru diperbaiki maupun dibangun tak lama kemudian berantakan oleh galian.

Walikota Jaksel, HM Anas Efendi prihatin atas kondisi wilayahnya yang carut marut atas menjamurnya galian utilitas bermasalah. Kondisi ini tentu saja berpengaruh terhadap kinerja Pemko Jaksel dalam penataan kawasan yang bersih, indah dan nyaman sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
“Agar jaringan utilitas dapat lebih tertata sebaiknya dapat mengoptimalkan ductingnisasi. Sistem ini sudah lama diterapkan di berbagai negara dan terbukti mampu meminimalisir kesemrawutan kota akibat silih bergantinya galian-galian utilitas,” tandas Anas Efendi.

Ia pun mengusulkan terhadap pemborong nakal yang tidak menuntaskan bekas galian hingga rapih seperti kondisi awal, seharusnya dikenakan sanksi tegas sebagai efek jera. Serta diperketatnya pemberian izin galian agar kondisi tidak makin bertambah buruk yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jalan Jaksel, Yayat Hidayat mengatakan sesuai Pergub DKI Jakarta No 195/2010 tentang Juklak penempatan jaringan utilitas, pihaknya hanya terbatas memberi surat peringatan (SP) terhadap pemborong bermasalah. Kewenangan ini sepenuhnya oleh Bidang Prasarana dan Sarana Jaringan Utilitas (BPSJU) Dinas PU DKI Jakarta.
“Meski sejumlah pemborong bermasalah sudah diberi SP, tapi tetap saja tidak digubris. Seperti PT KTM yang menggarap galian di Jl HR Rasuna Said dan sejumlah pemborong nakal lainnya yang sudah merusak fasilitas trotoar,” keluhnya.

Sepanjang 2012 di Jaksel ada 72 galian utilitas untuk keperluan instansi pemerintah dan swasta. Meliputi 32 galian telepon/internet dan sisanya untuk telepon, air, lampu PJU dan lampu lalu lintas. Anehnya galian utilitas oleh instansi pemerintah justru tidak memiliki izin dari BPSJU dan juga tidak berkordinasi dengan Sudin PU Jalan Jaksel. Padahal sejumlah trotoar di Jaksel yang rusak akibat galian yang ditelantarkan pemborong akhirnya diperbaiki unit ini.

Terkait proyek Ducting di Jaksel lanjut Yayat, sejak 2011 baru dibangun di kawasan Melawai, Kebayoran Baru. Ducting Melawai merupakan pilot project di DKI Jakarta yang rencananya akan rampung tahun ini agar bisa digunakan untuk jaringan utilitas secara terpadu.

(rachmi/sir)

Teks Gbr- Menjamurnya galian untuk jaringan utilitas di Jaksel yang kerap bermasalah. Seperti di Jl HR Rasuna Said, Setiabudi, bekas galian menimbulkan lubang menganga dan ceceran tanah merah yang membahayakan pengendara dan pejalan kaki. (rachmi)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.