Ditemukan Densus 88, 50 Kg Bom Siap Meledak di Dompu

Selasa, 8 Januari 2013
gegana

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 50 Kg bom siap ledak ditemukan petugas Densus 88 Polri di lokasi pengungkapan teroris di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Diduga kelompok teror tersebut menyasar hotel dan tempat hiburan di kawasan Bima.

Karo Penmas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan dari hasil pemeriksaan pengungkapan terduga teroris di Dompu dan Bima telah diketahuinya adanya unsur sasaran teror. Namun sebelum kejadian petugas berhasil melakukan penangkapan.

“Sasaran mereka tempat wisata di NTB, di Bima. Di Bima yang baru terungkap, sebuah hotel, belum dapat spesifik disebutkan,” jelas Boy Rafli Amar, Selasa (8/1).

Boy juga menambahkan, bahan peledak tersebut ditemukan di sebuah pondokan di kebun kacang, di Dompu. Tempat tersebut dijadikan tempat pelatihan perakitan Bom.

Seperti diketahui, Jumat (4/1) pekan lalu, Densus 88 Polri menembak mati dua teroris gaek yang selama ini menjadi target buruan. Mereka adalah Abu Uswah dan Hasan alias Khalil yang teridentifikasi terlibat serangkaian aksi teror di Poso, Sulteng, dan penembakan yang menewaskan empat personel Brimob Polda Sulteng.

Keduanya ditembak di depan Masjid Nur Alfiah, RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Barang bukti yang ditemukan adalah granat aktif dan senjata api. Di hari yang sama, di Terminal Daya, Makassar, Densus juga menangkap  Thamrin dan Arbain yang sempat meloloskan diri  saat penggerebekan di depan Masjid Nurul Alfiat.

Kemudian di Dompu, NTB, Jumat (4/1), Densus menembak mati dua teroris bernama Roy dan Bachtiar. Keduanya melawan petugas saat akan ditangkap. Pengejaran terus berlanjut, keesokan harinya, tiga orang teroris ditembak mati di Kebon Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, NTB. Dari tiga orang yang tewas ini, satu sudah teridentifikasi atas nama Andi.

(adin/sir)

Foto Ilustrasi

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.