Terdakwa Tuding Jaksa Tidak Profesional dan Tidak Tertib

Selasa, 8 Januari 2013 — 22:09 WIB
Vonis

PASAR MINGGU (Pos Kota) – Hakim Dahmiwirda yang mengadili perkara terdakwa Henry Daniel Setya, 34, diminta bertindak adil dalam memutus perkara dengan mengedepankan hati nurani dan rasa takut pada Tuhan.

Pria asal Salatiga, Jawa Tengah yang kini tegah diadili di PN Jakarta Selatan menilai kasus yang menimpa dirinya ditemukan sejumlah kejanggalan.

Menurutnya, pelimpahan berkas perkara oleh Jaksa Resky ke pengadilan tanpa dilengkapi P21. Ini artinya jaksa dinilai tidak profesional, tidak tertib administrasi dan terkesan dipaksakan.

Kejanggalan lain, meski terdakwa sudah meringkuk di jeruji besi, namun Daniel tidak pernah diberikan sepotong surat bukti penahanan.

Anehnya lagi, kata Daniel, saksi korban Winarman Halim yang kata penuntut umum dirugikan Rp 6,5 miliar akibat pembelian sebuah apartemen Reggata VA Menara Dubai lantai 5 A, Jakarta, tidak pernah didengar keterangannya di persidangan.

“Guna mencari kebenaran materiil mestinya, jaksa penuntut umum harus menghadirkan saksi korban ke pengadilan guna didengar keterangannya,” ujar pengacara Daniel, Dharma AD Hutapea, usai sidang di PN Jaksel, Selasa (8/1).

Dia mengingatkan, urutan saksi yang didengar lebih dulu mestinya korban lalu saksi yang lain. “Jika korbannya tak hadir di persidangan dan jaksa juga tak membacakan BAP ini sama halnya dianggap tidak ada korban tindak pidana dan dakwaan harus dibatalkan karena tak memenuhi unsur pasal 378 KUHP,” jelas Hutapea sambil menambahkan meski korban tak pernah hadir, namun tuntutan jalan terus.

Karenanya, ia berharap majelis hakim menolak dakwaan jaksa lalu membebaskan terdakwa dari semua jeratan hukum. (winarno/d)