Jala Nelayan Digantung Harga Ikan Melambung

Rabu, 16 Januari 2013 — 11:30 WIB
pedagang-ikan

SERANG (Pos Kota) – Cuaca buruk yang terjadi di perairan Selat Sunda mengakibatkan nelayan di  Banten, khususnya di Pelabuhan Karanghantu, Kota Serang, tak berani melaut. Mereka takut kapal kecil yang ditumpanginya terbalik dihantam gelombang. Dampaknya, harga ikan pun melonjak naik karena pasokan berkurang.

Selama tak melaut, para nelayan ini lebih memilih tinggal di rumah sambil memperbaiki jala ikan atau kapal. Langka ikan membuat harga di pasaran terus bergerak naik seperti ikan kakap, kembung, udang dan lainnya.

Menurut Amin, pedagang ikan di Pasar Lama, Kota Serang, melonjaknya harga ikan sejak Kamis (10/1) lalu. “Ini akibat kurangnya pasokan ikan dari para tengkulak. Banyak nelayan tidak berani melaut karena gelombangnya tinggi,” kata Amin, Rabu (16/1).

Cerita yang sama juga dikatakan Ali, pedagang yang sudah 11 tahun berjualan ikan. Menurutnya, kalaupun ada pasokan, harganya jauh lebih mahal, karena ikan-ikan itu dipasok dari luar.

“Tapi dari pada nganggur, saya tetap berjualan tapi yang saya jual ikan air tawar. Jualan ikan laut takut tidak laku, karena harga ikan dari tengkulak mahal,” kata Ali.

Kepala Bidang Kelautan pada Dinas Pertanian Kota Serang, Nugraha mengatakan meski dihadapi cuaca buruk namun tidak sedikit nelayan di Karanghantu yang tetap melaut. Namun jaraknya tidak terlalu jauh mengingat reiiko yang bakal dihadapi dalam kondisi cuaca seperti ini. “Oleh karena itu, hasil tangkapannya tidak sebanyak biasanya,” kata Nugraha.
Soal melambungnya harga ikan, kata Nugraha, sudah menjadi hukum pasar. “Pada saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, banyak nelayan yang istirahat. Kalaupun ada yang melaut hasil tangkapan sedikit dan ini mempengaruhi pasokan ke pedagang,” ujar Nugraha. (haryono/ird)

  • arfan dadi

    makan tahu tempe aja deh