Di Bogor, Tak Sanggub Bayar UMK

Dua Perusahaan Ajukan Tutup Usaha

Kamis, 24 Januari 2013 — 22:12 WIB
ilusdua

BOGOR (Pos Kota) – Sebanyak 109 perusahaan yang mengajukan penangguhan penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Bogor, 105 di antaranya mendapat izin dari Gubernur Jawa Barat. Surat resmi penanguhan UMK itu sesuai dengan SK Gubernur No. 561/ Kep 56-Bangsos/2013 tertanggal 18 Januari 2013.

“Hanya empat yang ditolak sedangkan dari 105 diizinkan penanguhan UMK, 99 di antaranya perusahaan yang bergerak di padat karya atau industri garmen,” ujar Nuradi, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor, Kamis.

Sedangkan empat perusahaan yang tak diizinkan menangguhkan UMK sebesar Rp2.002.000, dua di antaranya mengajukan izin tutup usaha kepada Dinsosnakertrans. Di antaranya, PT Rekan Fren (RF) dan PT Buana Tirta Abadi (BTA). “Alhasil sekitar 200 karyawan PT RF dan 80 karyawan PT BTA terancam di PHK, “ katanya.

Adanya ancam PHK ini, tambahnya pihaknya akan memastikan seluruh karyawan mendapat pesangon sesuai ketentuan. Dua perusahaan itu kini statusnya wajib lapor kepada Dinsosnakertrans. “Mereka sudah isi formulir dan memang berat bagi mereka. Kami akan kawal sampai hak-hak karyawan terpenuhi,” paparnya.

Menurutnya, pihaknya juga masih menginventarisasi beberapa perusahaan yang terancam gulung tikar. Namun, dalam perjalanannya masih ada proses perundingan. “Posisi kita sebagai mediator tri partid. Tapi yang terpenting, adanya penangguhan itu artinya selama satu tahun ini sudah ada kesepakatan anatra karawan dan perusahaan,” katanya.

Sedangkan , Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bogor, Sabeni Endik mengatakan, bukan hanya empat persahaan yang gulung tikar tapi belasan memilih hengkang dari Kabupaten Bogor. “Persusahana itu mengaku keberatan UMK sebesar Rp2.002.000,” katanya.

Namun, pihaknya belum mengantongi data lengkapnya. “Saat ini, kami baru tahu perusahaan Ligna, Eversintex dan Masroto yang hengkang keluar Bogor,” tambahnya. (iwan)

  • UNTUNGSETIA

    NAH BACOT HATTA RAJASA NYATA2 PEMBOHONGAN PUBLIK