Anggaran Terbatas Jadi Kendala Pembongkaran Vila di Puncak

Senin, 11 Februari 2013 — 15:42 WIB
mendanton112

BOGOR (Pos Kota) – Keseriusan Pemkab Bogor yang didukung DPRD membongkar ratusan vila dan bangunan liar di kawasan Puncak, Bogor menemui berbagai kendala. Salah satu utamannya adalah terbatasnya anggaran, mengingat ratusan vila liar itu tersebar di pelosok kampung di Kecamatan Cisarua, Megamendung, dan Ciawi.

Apalagi data yang ditemukan Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) Kabupaten Bogor jumlah vila dan bangunan liar di kawasan serapan air terus bertambah. “Hasil pendataaan November sampai akhir Desember tercatat 210 bangunan dan vila liar, tapi sampai pertengahan Februari kita temukan lagi sekitar 243 bangunan liar,” ungkap Kepala UPT TBP Rudy Achdiat, Senin.

Temuan ini juga hasil pendataan bersama sejumlah anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bogor yang kembali melakukan sidak Sabtu dan Mingu kemarin. Bukan hanya vila, tapi juga penginapan dan hotel yang terdiri lebih dari 15 kamar berdiri di lahan milik negara. “Jumlahnya ratusan bangunan dan vila liar, jika dibongkar membutuhkan anggaran banyak,” kata Ketua Komisi A Ade Munawaroh.

Menurutnya, setelah pihaknya melayangkan surat ke Presiden, Panglima dan Kapolri untuk mendukung pembongkaran, pihaknya menilai butuh pula dukungan angaran dari Pemprov Jabar dan pemerintah pusat. “Anggaran pembongkaran vila liar ini sudah masuk dalam program kerja Satpol PP, namun jumlahnya relatif kecil,” katanya.

Komisi A juga menilai, kerusakan kawasan Puncak dengan ditemukannya ratusan vila liar kini menjadai masalah dan kepentingan bersama antara pemkab, Pemrov Jabar, Pemprov DKI dan pemerintah pusat.

Kasat Pol PP Kabupaten Dace Sipriadi menegaskan, sejauh ini pihaknya belum mendapat limpahan berkas dari DTBP soal vila dan bangunan liar di kawasan Puncak. Sebab berdasarkan Perda No. 12 tahun 2009, tentang Penertiban atau Pembongkaran Bangunan Gedung liar disyaratkan adanya surat dari DTBP.

“Kita siap kapan saja diminta membongkar,” katanya. Namun diakuinya, anggaran yang dimilikinya terbatas sehingga tak mungkin memberangus ratusan vila itu dengan angaran sedikit. Dia memberi contoh untuk membongkar sekitar 89 vila dan bangunan pada 2009 lalu membutuhan dana lebih dari Rp 1,5 miliar dengan waktu hampir dua minggu. “Apalagi kini jumlahnya ratusan vila dan bangunan liar,” tambahnya.(iwan)

Teks : Vila liar terus menjamur di Puncak Bogor

  • http://www.facebook.com/people/Utomo-Prawiro/100000331352018 Utomo Prawiro

    di puncak dan bogor sebaiknya juga dibuat banyak sumur resapan agar bisa mengurangi banjir di jakarta dan juga membuat tanah lebih subur

  • andi djohan

    bongkar aja sesuai kemampuan keuangan yg berjalan, alasan orang malas memang selalu uang itu……..

  • Ade Zaenal Mutaqin

    DARAH JUANG # no name

    Disini negri kami
    Tempat padi terhampar
    Samudranya kaya raya
    Tanah kami subur tuan…

    Dinegri permai ini
    Berjuta Rakyat bersimbah luka
    Anak kurus tak sekolah
    Pemuda desa tak kerja…

    Mereka dirampas haknya Tergusur dan lapar
    bunda relakan darah juang kami
    tuk membebaskan rakyat…

    Mereka dirampas haknya Tergusur dan lapar
    bunda relakan darah juang kami
    padamu kami berjanji…….