Jumat, 22 Maret 2013 00:51:09 WIB

Kompleks Istana terbakar di malam Jumat Kliwon

Pertanda Bakal Datang Goro-Goro

iluspertanda

JAKARTA (Pos Kota) – Ruangan rapat utama Gedung Sekretariat Negara (Setneg) di lantai tiga ludes terbakar, Kamis (21/3) petang. Sejumlah tokoh paranormal menerawang peristiwa ini merupakan pertanda akan datangnya goro-goro yang lebih dahsyat.

Permadi, paranormal kondang, menyebut goro-goro terjadi akibat kesalahan para pemimpin nasional yang kerap membohongi rakyat.  Goro-goro (situasi kacau) semakin hebat diramalkan terjadi pada November mendatang, dengan terjadinya revolusi rakyat.

“SBY harus intropeksi. Kenapa kebakaran terjadi di malam Jumat Kliwon saat dia memimpin rapat terbatas (Ratas). Ini kan sungguh aneh,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Menurut Permadi, jika rumah kumuh yang terbakar tidak aneh. Tetapi jika gedung Setneg yanng masuk dalam Kompleks Istana ludes dimangsa api, maka SBY kudu bertobat.
Menurut paranormal Ki Sabdo kebakaran ini pertanda jika pemerintahan masih mengedepankan nafsu dan rakus terhadap kekuasaan.     “Pemerintah harus bisa intropeksi diri dan lebih mementingkan kepentingan rakyat,” ujar Ki Sabdo.

Ki Sabdo mengatakan jika pemerintah masih egois dan belum sepenuhnya berpihak pada rakyat, maka musibah-musibah serupa bisa terus terjadi.

RAPAT TERBATAS

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16:50. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memimpin Rapat Terbatas tergopoh-gopoh keluar ruangan rapat bersama sejumlah menteri. Sementara Ibu Ani Yudhoyono terlihat sibuk memotret peristiwa kebakaran dengan kameranya.
“Ketika kebakaran terjadi saya keluar bersama Bapak Presiden SBY. Tadinya kami sedang melakukan rapat terbatas (ratas),” ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto kepada Pos Kota di tempat kejadian.

Menko Polhukam tidak mau berspekulasi bahwa kebakaran tersebut akibat sabotase. “Jangan berpikir negatif dulu. Yang penting kita padamkan dulu, jangan ujuk-ujuk bilang sabotase,” ucap Djoko Suyanto.

Kebakaran sempat memacetkan arus lalu lintas di Harmoni, Jl Majapahit dan Jl Veteran. Sebanyak 26 unit mobil DPK dikerahkan dan memenuhi halaman parkir Istana.
Sekitar 20 petugas juga tampak mengamankan arsip ke tempat yang aman. Api berkobar hebat di lantai 3 dan 4 gedung Setneg, mulai mengecil pada Pkl. 18:10. Di lantai tersebut ada ruangan Menteri Sekretaris Negara.

Belum bisa dipastikan apa penyebab kebakaran. Informasi dari para pegawai, ada kemungkinan korsleting listrik.

BIASA DIPAKAI SBY
Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, ruangan yang terbakar  biasa dipakai Presiden SBY (SBY) mengadakan Rapat Paripurna. “Itu di lantai tiga, hanya ruangan rapat saja. Biasa digunakan Rapat Kabinet kalau secara keseluruhan (mengundang semua badan dan lembaga),” kata  Hatta Rajasa, di Setneg, Jakarta, Jumat (21/3).
Hatta meyakini tidak ada dokumen yang terbakar. Hatta berharap puluhan mobil Damkar yang datang ke lokasi segera memadamkan api.

Sesmen Sesneg Lambok V Nahatan dalam keterangannya didampingi Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa  karena memang ruangan itu tidak dipakai pegawai, hanya untuk ruang sidang.

Ia mengatakan Presiden SBY memberi instruksi untuk lebih dulu mengamankan manusia kemudian amankan dokumen.       (aby/johara/embun/bu/o)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.