Awal Tahun, 8 Kasus Trafficking Diungkap P2TP2A

Rabu, 27 Maret 2013 — 18:24 WIB
trafficking-n

SUKABUMI (Pos Kota) – Sebanyak delapan kasus  perdagangan manusia (human trafficking)  di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat  berhasil diungkap  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Jumlah tersebut merupakan kalkulasi sepanjang tahun ini selama tiga bulan terakhir. Dua kasus lainnya masih dalam pengecekan petugas lembaga yang diketuai Elis Nurbaeti ini.

“Kasus trafficking memang terbilang tinggi. Awal tahun ini sudah ada delapan kasus. Dua lagi masih pengecekan petugas kita. Kemungkinan kasus serupa masih banyak yang  belum terendus,” kata Elis, Rabu (27/3).

Hanya saja Elis belum merinci berapa jumlah dan identitas korban trafficking ini. Elis menyebutkan para korban trafficking berasal dari beberapa kecamatan antara lain Caringin (lima kasus), Nyalindung, Palabuhanratu, dan Kebonpedes.

“Kebanyakan para korban akan diperdagangkan ke negara Arab Saudi dan Malaysia. Mereka terjebak dengan iming-iming gaji besar. Padahal para korban ini menjadi korban penjualan manusia,” ungkapnya.

Terhadap para korban, terang Elis, P2TP2A telah dilakukan berbagai penanganan. Mulai memberikan pendampingan korban juga mendorong agar kasus perdagangan manusia ini diproses secara hukum. Elis mengajak semua stakeholder ikut berperan aktif untuk menekan angka kasus trafficking.

“Bagi warga yang hendak bekerja sebaiknya menempuh dengan legal. Dengan langkah ini akan menekan kasus trafficking. Warga juga jangan sampai terjebak dengan iming-iming gaji besar dan lainnya,” ingat mantan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi ini.

Pada tahun lalu, berdasarkan data P2TP2A Kabupaten Sukabumi kasus  trafficking mencapai 53 perkara  dengan korban sebanyak 62 orang. (sule/d)