Pasca Bentrok Pimpinan LSM di Karawang Damai

Kamis, 28 Maret 2013
kompak

KARAWANG  (Pos Kota) – Bentrok antara LSM Gibas (bukan LSM Lodaya red)  dan LSM Kompak di Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok, Karawang yang mengakibatkan dua minibus milik mereka dirusak serta lima motor dibakar massa, Selasa (26/3) siang lalu, diselesaikan secara musyawarah antar pimpinan kedua LSM, disaksikan Kapolres Karawang serta Dandim 0604 Karawang di Mapolres Karawang.

Kedua pimpinan LSM tersebut kemudian diminta untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi di Mapolres  Karawang. Dalam pertemuan itu Kapolres Arman Achdiat sendiri sebagai fasilitator.

Perundingan tersebut semula cukup alot karena masing-masing punya argumentasi sendiri. Tapi setelah menyadari kekeliruan masing-masing, perundingan tersebut akhirnya mencapai kesepakatan damai yang dituangkan dalam surat perjanjian.

Dalam kesepakatan damai itu, masing-masing pihak  tidak akan melakukan tuntutan pidana dan perdata atas kerugian material yang mereka alami atas insiden terjadinya kerusuhan di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok.

“Keinginan mereka untuk tidak memperpanjang masalah ini, ada pun kerugian masing-masing pihak akan diselesaikan sendiri,” unkap Kapolres Karawang melalui Kasat Intel Polres Karawang AKP  Marjani.

REBUTAN LIMBAH

Kapolres Karawang AKBP Arman Achdiat, Smi, Sik  menjelaskan peristiwa bentrokan yang terjadi Selasa (26/3) tersebut, dipicu setelah perebutan limbah bernilai ekonomis di Kawasan Industri Mitra (KIM), Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Senin (25/3) lalu, antara  LSM LMP (Laskar Merah Putih)  yang didukung LSM Kompak melawan Ormas Gibas Karawang.

“Bentrokan antar LSM ini murni terjadi akibat rebutan limbah pabrik yang berada di kawasan industri.  Kita sudah berusaha menenangkan kondisi ini,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya Kapolres menjelaskan, sehari sebelumnya atau pada Senin (25/3) lalu, pihaknya sudah mengumpulkan pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bentrok tersebut,  tujuannya agar masing-masing dari kelompok itu tidak berbuat anarkis.

Saat itu, kata dia, masing-masing pimpinan LSM baik dari LMP, Kompak maupun Gibas Karawang sudah sepakat untuk tidak berbuat anarkis.

“Tetapi mungkin di level bawah (para anggota LSM itu) masih berselisih, sampai akhirnya terjadi peristiwa bentrokan,” ungkap Kapolres.

Menurut Kapolres,  peristiwa bentrokan yang terjadi pada Selasa ini tidak terjadi korban jiwa. Hanya terjadi aksi perusakan dan pembakaran sejumlah kendaraan. “Setelah peristiwa bentrok, kami bersama Komandan Kodim 0604 Karawang Letkol Kav A Nugraha langsung ke lokasi untuk meredam suasana,” ujarnya.

Dikatakannya, kejadian bentrok antara kedua LSM itu berawal dari rebutan pengelolaan limbah ekonomis di kawasan KIM, dimana LSM Laskar Merah Putih yang didukung LSM Kompak dan Gibas berseteru, Senin (25/3), di sekitar lokasi pabrik.

Akan tetapi, lanjutnya ketegangan itu akhirnya bisa diantisipasi. Hanya saja, pada waktu itu, ketika LSM LMP membubarkan diri tersisa empat orang anggota LSM Kompak yang di luar dugaan berpapasan dengan LSM Gibas.

“Saat itu, LSM Gibas melempari mobil yang dikendarai oleh anggota LSM Kompak dan kemungkinan kejadian tersebut yang menjadi pemicu penyerangan yang terjadi hari  Selasa (26/3) ,” tambahnya.

Hingga Rabu petang, keadaan di kantor kedua kubu yang berseteru kubu LSM Gibas maupun kubu LSM Kompak, di Desa Amansari, Rengasdengklok terlihat kondusif,  ratusan petugas kepolisian Polres Karawang dan Brimob Polda Jabar  masih di lokasi kejadian begitu juga dari anggota Kodim 0604 terlihat berada di lokasi kejadian.

(nourkinan/sir)

Teks Gbr- Ketua LSM Gibas dan Ketua LSM Kompak musyawarah damai disaksikan Kapolres Karawang dan Dandim 0604 Karawang. (nourkinan)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.