Selasa, 16 April 2013 19:44:09 WIB

Disita 1,2 Kg Shabu

Pemasok Narkoba ke Buruh Pelabuhan Dibekuk Polisi

kotika

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Pemasok shabu di Kawasan Berikat Nusantara, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara diringkus anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Dari tangan empat tersangka disita 1,2 kilogram shabu senilai Rp 1,2 miliar dibungkus dalam 12 paket sedang berukuran 100 gram.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Asep Adi Sahputra mengatakan, penangkapan bandar narkoba itu berawal dari diringkusnya pengguna narkoba di kawasan pelabuhan yaitu M. Toit, 37, Edi Purnomo, 37, Ahmad Rofiq, 37.

Dari buruh itu disita 0.70 gram shabu beserta alat hisap. “Kita kemudian kembangkan karena jaringan narkotika ini sangat rapi dan sudah lama beraksi,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Asep Adi Saputra, didampingi Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Agung Yudha, Selasa (16/4).

“Ini sangat memprihatinkan, penemuan ini terjadi di pelabuhan pekerja dan operator yang merupakan andalan lapangan, ada juga sopir pribadi,” sambung Asep.

Berdasarkan keterangan dari tiga tersangka, petugas kemudian mengembangkan kasus tersebut, dipimpin langsung Kasat Narkoba. Bandar sekaligus otak penyupali shabu diketahui bernama Mawar Chandra, 39.

Bandar besar itu kemudian diringkus di rumahnya di kawasan Kampung Malaka, Rorotan, Cilincing. Dari rumah mantan sopir pribadi warga Korea itu disita 1,2 kilogram shabu-shabu siap jual yang sudah dipaketin untuk ditebar kepada buruh pelabuhan dan KBN Marunda.

“Dari pengakuannya barang haram itu didapatkan dari Aceh melalui jalur darat. Nilainya pun diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar,” tuturnya.

Total barang bukti disita dari 4 tsk sebanyak 1,221,27 kilogram shabu, timbangan, dua alat hisap shabu dan uang 28 juta rupiah. “Kita masih kembangkan kasus ini,” tukas Asep.

Dari pengakuan pengguna narkoba yang ditangkap, shabu-sabu itu dikonsumsi untuk menjaga stamina saat bekerja. Pasalnya, dengan bekerja dimalam hari membuatnya mudah sekali lelah dan mengantuk. “Kalau pakai shabu ya jadi segar, mata juga nggak ngatuk-ngantuk. Apalagi waktu lembur,” kata M. Toit.

Asep menjelaskan, narkoba sudah menjalar kepada pekerja ke level yang paling bawah. Padahal narkoba jenis sabu merupakan barang haram yang tergolong eksklusif bagi penggunanya. “Pekerja-pekerja upahnya sudah minim. Di level bawah pun sudah digunakan. Terkait akan ada prioritas dan regulasi akan lebih diperketat,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 114 subsider pasal 112 Undang-undang tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. (Ifand/ilham/dwi)

Teks: Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Asep Adi Sahputra didampingi Kasat Narkoba, AKP Agung Yudha menunjukkan barang bukti 1,2 kilogram shabu.

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.