Sabtu, 11 Mei 2013 05:31:37 WIB

Ada Makam Misterius di Pabrik Kuali

Buruh Kuali-n

TANGERANG (Pos Kota) – Kasus penindasan terhadap 36 buruh pabrik panci di Kec. Sepatan. Tangerang, masih menjadi sorotan. Warga kini dihebohkan dengan adanya satu kuburan misterius di lingkungan pabrik itu.

Buruh Kuali

Mereka curiga kuburan itu adalam makam karyawan yang tewas akibat sakit atau dianiaya.

Selama ini buruh dan warga sekitar mendapat pengakuan dari Yuki Irawan, pemilik pabrik bahwa kuburan itu merupakan makam anaknya. Tapi dengan adanya peristiwa ini warga tidak percaya.

“Untuk membuktikan benar tidaknya pengakuan pemilik rumah dan siapa yang dikubur, ya harus dibongkar,” kata Usup, warga setempat.

Pabrik Kuali01

Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga menjelaskan, dari pengakuan Yuki, makam yang berada di belakang rumah mewah itu memang kuburan anaknya. Tapi kalau warga mencurigai pihaknya siap dan mempersilakan kalau hendak dibongkar. “Kalau ada laporan karyawan pabrik yang hilang, kami akan bongkar,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, 36 buruh asal Cianjur dan Lampung dipaksa kerja rodi tanpa gaji selama 18 jam sehari di pabrik panci di Desa Lebakwangi, Sepatan Tangerang. Mereka disekap dan dianiaya oleh centeng-centeng bila bekerja tidak becus.

BUKA LAYANAN

Untuk menampung pengaduan, polres kini membuka layanan Hotline dan email di polrestgr@yahoo.com. Layanan ini bisa digunakan masyarakat mengirimkan informasi seputar kasus pabrik kuali. “Layanan aktif selama 24 jam sejak Jumat (10/5),” jelas Kompol Shinto.

Kapolresta Tangerang Kombes Bambang Priyo Andogo mengharapkan informasi yang diterima dari warga melalui layanan yang disiapkan valid dan akurat sehingga dapat ditindaklanjuti. Tentang adanya oknum TNI dan Polri yang diduga membekingi, saat ini masih diproses.

TERJADI DIMANA-MANA

Praktik perbudakan di Indonesia terjadi dimana-mana. Tempat-tempat penampungan TKW yang akan ke luar negeri merupakan sarang perbudakan dengan  lingkaran bisnis sangat besar. Pemerintah sebenarnya tahu, tapi tidak bertindak.

“Tapi, dari tahun ke tahun tidak ada perbaikan dari pemerintah, dan  kalau ada kejadian seperti di pabrik kuali di Tangerang, pejabat pusat pura-pura kaget,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, dalam diskusi di DPD RI, Jumat (10/5).

Menurut Anis, kasus di Tangerang, seharusnya menjadi momentum untuk membongkar semua perbudakan di berbagai tempat itu.  Menurut dia, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin sebenarnya sudah tahu, tapi menutup mata. Karena

“Para TKW itu menjadi korban perbudakan di zaman modern ini. Dari satu orang calon TKW saja, calo dapat untung lebih dari Rp 1 juta,” ujarnya.

Wakil Ketua DPD La Ode Ida menilai eksploitasi perbudakan buruh di Tangerang merupakan bukti arogansi pemilik perusahaan. Pengusaha tersebut bekerjasama dengan oknum aparat. Hal ini juga jadi bukti bahwa penghinaan dan atau penjajahan terhadap warga bangsa sendiri masih terus berlangsung.

BURUH ASAL PURWAKARTA

Korban pengusaha pabrki kuali, ternyata tak hanya buruh asal Cianjur dan Lampung saja. Lima pemuda Desa Nangewer, Kec. Darangdan, Purwakarta juga pernah jadi korban. Mereka: Taufik Riadi, 25,  Dani, 20, Idan, 25, Jaeni, 35, dan Ceceng, 21.

“Kami bekerja di pabrik kuali milik Yuki tahun 2009. Dulu pun kami bernasib seperti mereka,” tutur Taufik Supriadi, 25, di rumahnya di Kampung Jaladri, Jumat (10/5). Dia menduga, pabrik itu sudah beroperasi sekitar 10 tahun silam. “Kami sempat curiga karena kami disuruh jangan bawa KTP dan HP sebagai persyaratan kerja di perusahaan itu,” paparnya. Menurutnya, masih banyak korban lain tapi tidak melapor ke polisi.  (maryoto/winoto/dadan/ds/us/ird)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.