Jumat, 17 Mei 2013 14:45:09 WIB

Tolak Digusur, Warga Buaran Blokir Jalan

gusur

DUREN SAWIT (Pos Kota) – Menolak digusur, ratusan Warga Buaran I RT 08 RW 12, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, blokir Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, Jumat (17/5) pagi.

Ratusan massa berunjuk rasa tepatnya di depan Halte Busway Buaran dengan membentangkan berbagai spanduk. Kemacetan parah pun terjadi hingga ke lampu merah Flyover Radin Inten.

Aksi ini dipicu rencana PT GCK yang mengklaim memiliki lahan yang dihuni oleh ratusan warga yang sebagian besar pengrajin besi tua tersebut. Para ibu histeris dan berteriak mengecam aksi perusahaan yang diduga mengerahkan jasa preman meneror warga agar pindah dari tanah puluhan hektar tersebut.

“Setiap malam kami didatangi para preman dengan membawa golok supaya pindah. Kemana pak Jokowi yang katanya membela wong cilik,” kata Maimunah,66, salah seorang warga.

Kuasa Hukum Warga, Patuan Nainggolan, mengatakan warga yang tidak pernah diajak berdialog tiba-tiba disomasi PT GCK untuk segera meninggalkan tanah tersebut. Namun, pihaknya tak menanggapi somasi itu, dan mengadukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami melihat ada tindakan semena-mena, pemerintah hanya memikirkan sebelah pihak tanpa memikirkan kelompok ini,” katanya saat ditemui di lokasi.

Dikatakan Patuan, begitu banyak bangunan semi permanen yang berdiri di sepanjang Jalan I Gusti Ngurah Rai. Namun, hanya pemukiman warga asal daerah saja yang disomasi untuk digusur.

Informasi yang berada di lapangan, kawasan tersebut rencananya akan dibangun sebuah perumahan elit dari pengembang. Bahkan menurut Patuan, PT GCK siap membayarkan Rp 125 juta per kepala, jika warga merelakan tanahnya.

Sementara Camat Duren Sawit, Wahyu Supriatna, saat dikonfirmasi saat dihubungi, telepon genggamnya tidak aktif.

(m1/sir)

Teks Gbr- warga Blokir Jalan, di I Gusti Ngurah Rai, Jaktim. (M1)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.