Di Pengadilan Italia

Nasib Pelaut Indonesia Ditentukan 8 Juli

Minggu, 26 Mei 2013
palu

JAKARTA (Pos Kota) – Dijadikan kambing hitam dalam kasus tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia di Italia setahun  yang lalu, nasib pelaut Indonesia Jacob bin Rusli,akan ditentukan dalam sidang di pengadilan Italia 8 Juli 2013.

Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Hanafi Rustandi mengatakan, Jacob yang bertugas sebagai jurumudi dianggap lalai oleh nahkoda sehingga mengakibatkan kapal tenggelam.

Menurutnya, Jacob akan terbebas dari ancaman menjadi terdakwa, jika dokter Rumah Sakit Omni Rawamangun, Jakarta, dalam final diagnosanya menetapkan pelaut itu menderita trauma psikologis akut sehingga tidak bisa bekerja lagi di kapal dan tidak mungkin dihadirkan di pengadilan.

Untuk itu, lanjut Hanafi,  pemerintah RI harus membantu agar secepatnya RS Omni Rawamangun dapat mengeluarkan kesimpulan diagnosa akhir yang menetapkan Jacob menderita tekanan dan trauma psikologis akut, sehingga tidak bisa dihadirkan di pengadilan.

“Langkah cepat ini diperlukan agar pelaut kita bisa diselamatkan,” kata Hanafi.

Desakan untuk segera menyelamatkan pelaut Indonesia itu sehubungan pengadilan di Italia dalam sidang 14 Mei 2013 memberi kesempatan kepada Fransesco Centonce, kuasa hukum Jacob bin Rusli yang ditunjuk pemilik kapal, untuk menyelesaikan kasus tersebut di luar pengadilan.

Keputusan pengadilan itu diberikan setelah pengacara Jacob melakukan perlawanan atas tuduhan nakhoda yang dinilai akan menyelamatkan diri dengan mengorbankan anak buah yang saat itu menjadi juru mudi.

Upaya musyarawah mufakat itu dinilai menguntungkan Jacob daripada harus menghadapi sidang di pengadilan yang berisiko akan mendapat hukuman penjara.
Namun untuk musyawarah ini, Jacob harus mengantongi keputusan dokter yang menegaskan dia mengalami trauma akut.

“Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia dan di Italia, seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan berat atau trauma akut tidak dapat dihadirkan di pengadilan,” tegas Hanafi yang baru saja terpilih kembali menjadi Ketua ITF (International Transport workers Federation) Asia Pasifik untuk kedua kalinya.

(tri/sir)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.