Siasat Pemilik Warteg Hilangkan Menu Favorit

Rabu, 26 Juni 2013
ilussiasat

HARGA kebutuhan pokok meroket, membuat pemilik Warteg pusing tujuh keliling. Untuk menyiasati situasi yang tak menguntungkan, beberapa makanan yang menjadi menu favorit pelanggan terpaksa dihilangkan dari daftar menu.

“Kalau harga bahan dasarnya saja sudah mahal, bagaimana kami mau jual?” kata Ny Saini, pemilik Warteg Buncit Empat, di Jalan Tegal Parang Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (25/7).

Beberapa menu yang menghilang dari Warteg adalah aneka masakan daging. Seperti daging empal, daging semur atau daging olahan lainnya. Kecuali daging ayam negeri yang sampai saat ini masih bisa disiasati.

Kenaikan harga daging yang luar biasa belakangan ini, membuat Ny Saini mau tak mau menaikkan harga lauk daging. Tetapi sejak harganya naik, banyak pelanggan yang hanya mau kuahnya saja. “Ya masak saya jualan kuah? Masak saya mau hitung itu kuah,” tutur perempuan bercucu 15 tersebut.

DIPROTES PELANGGAN

Ia mengakui meski pelanggan mengetahui harga bahan pokok pada naik, tetapi sebagian besar menolak harga makanan Warteg ikutan naik. Bahkan ketika ukuran atau porsi dikurangi, pelanggan pun protes.

“Kalau sudah begitu, kami tak bisa berbuat apa-apa. Kami hanya kasihan saja. Sebab pelanggan Warteg umumnya orang-orang kecil seperti karyawan dan tukang ojek,” ucapnya.

Jika harga kebutuhan pokok terus naik, dia berencana menghitung ulang harga makanan yang dijual di Watregnya. Kalau terpaksa, beberapa menu harganya akan dinaikkan disesuaikan kenaikan harga bahannya di pasaran.

Saat ini, ia mengaku sudah menaikkan makanan dengan paket nasi-telur dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per porsi. Nasi- ayam goreng dari Rp9.000 menjadi Rp10.000, nasi ayam cabe Rp11 ribu dan nasi soto ayam yang semula Rp11 ribu menjadi Rp12 ribu per porsi. “Yang lainnya sebisa mungkin nggak naik. Kita siasati, apakah porsi dikurangi atau ukurannya yang diperkicil,” pungkasnya. (inung/ak)

Teks foto:
Warteg Buncit Empat milik Ny Saini terpaksa menaikkan harga jual makanan. (inung)

Terbaru
Terpopuler

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.