SBY Mempertanyakan Apakah Sistem Kenegaraan Sudah Pas

Selasa, 16 Juli 2013 — 19:17 WIB
sby

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak pers membangun optimisme, pikiran yang positif di negeri ini, termasuk menjadi agen pembangunan karakter bangsa.

Ajakkan SBY itu disampaikan pada acara buka puasa bersama dengan pimpinan media massa, di Istana Negara, Jakarta, Selasa sore. Hadir di acara itu Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Herawati Boediono serta menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

“Saya bertanggungjawab kepala negara sebagai kepala pemerintahan, pers dan media juga memiliki tanggungjawab yang besar,” tambah SBY.

Kepala Negara juga mengajak mengajak seluruh lapisan masyarakat agar merefleksi bersama, apakah sistem yang dianut sekarang ini sudah pas atau belum. Apakah mekanimse check dan balances yang dijalakan selama ini sudah tepat atau masih perlu diperbaiki lagi.

Ia mengatakan kalau dulu yang kuat eksekutif tapi sekarang ini sudah berimbang antara eksekutif, yudikatif dan legislatif. “Namun ini tetap kita mempertanyakan bangsa ini mau sistem apa, apakah presidensial atau semi parlementer?” tanya SBY.

Menurut SBY, negara kita berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tapi di sisi lain, kita juga menerapkan sistem otonomi daerah (Otda) dibuka seluas-luasnya.

“Apakah sudah tepat hubungan pusat dan daerah, distribusi kekuasaan, di tingkat pusat dan propinsi dan tingkat kabupaten. Mari kita lihat ini sebagai isu penting,” ujarnya.

Karenanya, lanjut SBY, perjalanan reformasi yang sudah berusa 15 tahun agar menjadi refleksi bagi kita semua tentang perjalanan bangsa kita. “Apa yang sudah baik dan apa yagn belum baik, kita tetap akan melakukan koreksi terhadap apa yang belum baik,” papar SBY. (Johara)