Polres Bogor Amankan 150 Orang

Pelajar Tawuran Diimbau Agar Ditahan

Senin, 23 September 2013 — 18:39 WIB
pelajar1

BOGOR (Pos Kota) – Sekitar 150 pelajar SMK ditangkap Polisi Polsek Bogor Utara Senin (23/9) siang. Mereka terjaring di Warung Jambu karena terlibat tawuran dengan pelajar SMA.

Penangkapan ini diapresiasi warga masyarakat. Bahkan Sukirman 39, pedagang rokok mengatakan, mereka yang ditangkap, bukan generasi penerus bangsa, tapi merupakan generasi perusak bangsa.” Penjarakan aja sekalian,”kata pedagang ini kesal.

Menurut bapak dua anak ini, dirinya cemas, saat mau jam pulang sekolah. Pasalnya, wilayah Jambu Dua, selalu dipakai untuk area tawuran. “Awalnya mereka berkumpul di halte bus Transpakuan. Setelah musuh mereka dari sekolah berbeda lewat, langsung mereka serang. Sudah banyak yang meninggal tapi nggak ada kapoknya ya mereka,”papar Sukirman.

S A Tambunan, Waka Kesiswaan SMK TRI DHARMA yang datang ke Polsek Bogor Utara mengatakan, setiap upacara pagi, pihak sekolah selalu mengingatkan, agar hindari tawuran. “Tiap pagi kita imbau, kalau pulang sekolah, langsung menuju rumah. Hindari tawuran. Tapi memang mental anak-anak ini sudah parah,”kata Tambunan.

Ia menambahkan, ada dugaan, pelajar kelas 1 mau ikut tawuran, karena pengaruh kakak kelasnya. “Ada 8 yang kelas 3, lalu 14 kelas 2 dan 94 kelas 1. Saya bilang ke polisi, tahan mereka. Biar yang menanda tangani perjanjian untuk tidak lagi tawuran, orangtua masing-masing siswa,”papar Tambunan.

Ia menuturkan, sudah banyak pelajar yang mendapat sanksi keras dari sekolah. Bahkan ada yang sudah dikeluarkan.

Kanit Reskrim Bogor Utara, AKP Bambang Gunadi mengaku, pelajar yang ditangkap, akan didata.
“Kami sudah berkomunikasi, agar orangtua siswa ini datang dan membuat perjanjian, siap mengawasi dan membimbing anaknya untuk jauhi tawuran,”papar AKP Bambang. (yopi)

Teks : Ratusan pelajar SMK Tri Dharma terjaring polisi saat tawuran (yopi)