Buruh Ancam Mogok Besar-besaran

Senin, 30 September 2013
long

JAKARTA (Pos Kota) – Agar tuntutan kenaikan. 50 persen upah minimum provinsi (UMP) pada 2014 dipenuhi pemerintah, kalangan buruh ancam akan gelar mogok kerja nasional selama 3 hari berturut-turut pada akhir Oktober 2013.

Konsekuensi dari kenaikan UMP 50 persen, berarti komponen kebutuhan hidup layak (KHL) dalam UMP bakal bertambah dari 60 item menjadi 84 item.

“Hari ini ada sekitar 1000 orang dari 50 elemen buruh di 20 provinsi yang hadir dalam
rapat akbar. Kami sepakat akan mogok kerja nasional 3 hari berturut-turut pada akhir Oktober jika tuntutan kami tidak dipenuhi pemerintah,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di rapat akbar yang diselenggarakan di Gedung Djoeang, Jakarta, Senin.

Said mengklaim juga ada 50 elemen buruh di tingkat nasional dan 100 aliansi buruh di daerah dari 100 kabupaten/kota yang mendukung rencana ini. Tentang tujuan rapat akbar yang diselenggarakan, Ia menjelaskan untuk konsolidasi dan mematangkan rencana mogok nasional 3 hari berturut-turut.

“Kalau melihat sikap pemerintah, tanggal 1 November 2013 akan diumumkan UMP 2014 dan kita lakukan mogok nasional sebelum tanggal 1 November atau akhir Oktober 2013 jika tuntutan tidak dipenuhi,” ujar Said.

Menurutnya aksi mogok kerja kali ini dipicu oleh kekecewaan buruh karena sikap pemerintah yang tidak mendengar aspirasi para buruh. Pemerintah, lanjutnya, lebih senang mendengar aspirasi perusahaan padahal buruh adalah elemen penting dari proses produksi.

Menurutnya, perlawanan buruh terkait sikap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang langsung meminta pemerintah membuat Instruksi Presiden (Inpres) pengaturan upah minimum yang membatasi kenaikan nilai upah minimum 2014.

“Konsep buruh tentang KHL 84 item yang sudah diserahkan kepada pemerintah dan Apindo, namun tidak mendapat respons sama sekali dan tidak ada perundingan resmi satu kalipun. Bahkan aksi- buruh malah direspon dengan pernyataan permintaan buruh irasional,” kata Said Iqbal.

Karena itu, Said meminta serikat pekerja menyiapkan anggotanya untuk aksi mogok nasional dan memastikan kesiapan aksi di akhir bulan Oktober 2013 itu. “Aksi mogok nasional selama 3 hari ini bisa berlanjut ke aksi mogok nasional seperti sektor transportasi, dan listrik. Fasilitas umum lainnya juga akan dilumpuhkan oleh para buruh,” ancamnya. (tri)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.